Log in

Pasar Abaikan Perang Dagang, Perdagangan di Bursa Asia Melemah


Medan-andalas Ekonomi Sumut Gunawan Benjamin mengatakan, perdagangan saham di bursa Asia, Rabu (11/7) bergerak melemah setelah pada perdagangan sebelumnya pasar mengabaikan isu perang dagang AS dan Tiongkok. Sentimen dari dalam negeri pada perdagangan Rabu kemarin mencoba menguat dari terpaan isu perang dagang yang kembali mencuat.

"Pergerakan IHSG Rabu berada di dua arah, IHSG perdagangan hari ini ditutup menguat di level 5.893, sebesar 11 Poin atau naik  0,19%. Perdagangan hari ini berjalan normal dimana frekuensi saham sebanyak 374.878. Kali transaksi dengan nilai transaksi sebesar Rp7,29triliun," kata Gunawan di Medan, Rabu (11/7).

Gunawan menjelaskan, bursa saham Asia pada Rabu kemarin, melemah cukup dalam setelah beberapa produk Tiongkok kembali dikenakan kenaikan tarif hingga 10% dari AS. Kenaikan tarif impor Tiongkok ke AS telah menyulitkan sejumlah perusahaan Tiongkok dalam hal pemasaran produknya.

"Setelah kebijakan kenaikan tarif impor AS kepada Tiongkok dikeluarkan, pasar kembali merespon negatif kebijakan ini. Hal ini membuat bursa Tiongkok terdampar di zona merah. Indeks Shanghai melemah 1,76%, Shenzhen melemah 1,96% dan Nikkei melemah 1,2%,"sebut Gunawan.

Gunawan menyatakan, kini ekonomi AS sedang menjalani masa pemulihan dan perbaikan di berbagai sektor. AS dibawah kepemimpinan Trump melakukan berbagai perbaikan dan perubahan yang tampaknya mengejutkan negara-negara lainnya.

"Perubahan dilakukan Trump  berefek pada pertumbuhan ekonomi global karena AS merupakan salah satu negara yang memiliki pengaruh kuat dalam pertumbuhan global," sebutnya.

Menurutnya, aksi bersih-bersih tarif impor AS memberikan respon yang sensitif bagi perekonomian negara di Asia, terutama Tiongkok yang menjadi sasaran utama dalam aksi tarif impor ini. Hal ini kemudian memberikan respon negatif dan mengakibatkan adanya serangan balas-balasan tarif impor antara Tiongkok dengan AS.

Dikatakannya, pemulihan ekonomi AS di satu sisi akan memberikan dorongan penguatan pada kinerja indeks saham. Begitupun, disisi lainnya ada kekuatiran dimana akan terjadi pelemahan mata uang rupiah. Hal inilah yang saya pikir akan memberikan tekanan di pasar keuangan di negara kita, meskipun indeks saham diperkirakan akan mulai membaik dalam tren positif.

Disisi lain, imbuh Gunawan, meskipun kekhawatiran tetap ada namun dengan adanya kebijakan makro dari dalam negeri dapat memicu naiknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Sejalan dengan itu, upaya Bank Indonesia tetap ada untuk mensiasati pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS yang  diperdagangkan di kisaran 14.390 perdolar AS, rabu kemarin. (Siong)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 25 Sep 2018 30°C 23°C
  • 26 Sep 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px