Log in

OP Bulog Sumut, Telah Gelontorkan 5.000 Ton Beras

MENJELASKAN-Kepala Bulog Divisi Regional (Divre) Sumut Benhur Ngkaimi menjelaskan kepada sejumlah wartawan terkait OP yang dilaksanakan Bulog Divre Sumut. (andalas/siong) MENJELASKAN-Kepala Bulog Divisi Regional (Divre) Sumut Benhur Ngkaimi menjelaskan kepada sejumlah wartawan terkait OP yang dilaksanakan Bulog Divre Sumut. (andalas/siong)

Medan-andalas Bulog Divre Sumut melalui Operasi Pasar(OP) hingga pekan kedua di bulan Januari ini.telah menggelontorkan sebanyak 5.000 ton beras di wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Kepala Bulog Divisi Regional (Divre) Sumut Benhur Ngkaimi mengatakan, OP yang dilaksanakan sejak bulan Desember kemarin telah mendistribusikan beras tersebut ke sejumlah pasar tradisional Sumut.

"Sampai kini kita telah merealisasikan beras sebanyak 5.000 ton.Angka itu termasuk 1.000 ton yang pada hari ini.Beras itu untuk OP wilayah Kota Medan,"kata Benhur di halaman Gedung Perwakilan Bank Indonesia Sumut, Kamis (11/1).

Benhur menyatakan, dalam OP tersebut pihaknya tidak ada menargetkan berapa hari beras 1.000 ton tersebut akan habis diserap masyarakat. Namun pihaknya menargetkan bagaimana agar terjadi penurunan harga beras dan kembali normal. "Kita hanya targetkan harga beras kembali turun dan normal.Berapapun beras yang akan diserap pasar tetap akan kita salurkan dan penuhi,"kata Benhur.

Benhur menjelaskan,sesuai perintah Menteri Perdagangan, harga jual beras yang didistribusikan di Kota Medan itu sebesar Rp9.850 atau Rp100 di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Apalagi kata dia, Kota Medan seperti pasar percontohan, jika harga beras bergerak turun maka wilayah-wilayah lain akan mengikutinya. "Makanya ini kita jadikan semacam contoh. Kita berharap harga beras bisa kembali seperti semula Rp9.000 sampai Rp9.500,"harap Benhur.

Ia menyebutkan, OP Bulog sebenarnya bukan sesuatu hal rutin yang mesti dilakukan, namun merupakan "senjata" Bulog ketika tidak ada cara lain untuk menjaga kestabilan harga di tengah masyarakat. "OP tidak ada jangka waktu, memang ditargetkan kan sampai 31 Januari. Jika ternyata belum sesuai harapan kita maka OP tetap akan lanjut,"tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Tertib Niaga Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan, Veri Anggriono, menjelaskan, OP beras medium dilakukan secara nasional, meski tidak di semua provinsi sedang mengalami kenaikan harga beras.

“Pemerintah melakukan OP untuk menjaga dan mengendalikan harga beras di dalam negeri. Penjagaan pengendalian harga beras penting untuk melindungi masyarakat serta menjaga besaran inflasi,"jelasnya.

Untuk itu kata dia, pemerintah tidak ingin harga beras yang masih menjadi kebutuhan utama masyarakat melonjak yang berdampak pada kesulitan masyarakat sehingga mendorong inflasi. (SIONG)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 8.05 km/h

  • 23 Oct 2018 28°C 22°C
  • 24 Oct 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px