Log in

OJK Minta Bank-Leasing Longgarkan Penagihan Kredit


Medan-andalas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberi kelonggaran penundaan pembayaran kredit atau cicilan hingga satu tahun ke depan. Kelonggaran itu diberi kepada debitur bank maupun perusahaan pembiayaan (leasing) terdampak virus corona (Covid-19).

Kelonggaran pembayaran kredit tersebut diperuntukkan bagi usaha mikro dan usaha kecil dengan nilai di bawah Rp10 miliar. Selain itu, bank dan perusahaan pembiayaan non-bank diminta menurunkan bunga pinjaman.

Begitupun, hal ini harus dikomunikasikan langsung oleh kedua belah pihak, yakni debitur dan perusahaan leasing terkait.

Berdasarkan FAQ Restrukturisasi/Pembiayaan terkait Dampak Covid-19 yang dirilis OJK, OJK mengeluarkan POJK No.11/POJK.03/2020 tentang stimulus perekonomian nasional. Dalam POJK tersebut debitur yang mendapatkan perlakuan khusus itu adalah debitur pada sektor ekonomi. Antara lain pariwisata, transportasi, perhotelan, perdagangan, pengolahan, pertanian, dan pertambangan.

Debitur harus mengajukan sendiri permohonan restrukturisasi tersebut dan melengkapi data yang dibutuhkan. Hal ini bisa dilakukan melalui daring baik email maupun situs perusahaan, tak perlu bertatap muka.

Leasing nantinya akan melakukan assesment atas permohonan tersebut. Assesment ini meliputi dampak langsung atau tak langsung pandemi ini terhadap debitur, historis pembayaran pokok/bunga, kejelasan penguasaan kendaraan.

Restrukturisasi yang diberikan disesuaikan dengan profil debitur, bisa berupa penambahan tenor atau jumlah cicilan yang disesuaikan dengan kemampuan bayar debitur.

“Hal ini tentu memperhatikan pendapatan debitur yang terdampak akibat Covid-19. Informasi persetujuan restrukturisasi dari bank/leasing disampaikan secara online atau via website bank/leasing yang terkait,” tulis Humas OJK dalam FAQ OJK tersebut, Kamis (26/3).

Namun demikian, perlu diperhatikan oleh pihak leasing bahwa dalam penerapan kebijakan tersebut tak sampai menimbulkan moral hazard.

Disebutkan, saat ini OJK dan Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) tengah memfinalisasi bentuk hukum dalam penerapan stimulus ini di industri.

Sebelumnya OJK juga melarang debt collector untuk sementara waktu menarik kendaraan milik nasabah leasing. Hal ini menjadi bagian dari kebijakan relaksasi kredit menanggapi pandemi corona saat ini.

Kebijakan ini disampaikan OJK untuk menjadi perhatian bank dan lembaga keuangan non-bank agar tidak melakukan penarikan kendaraan karena banyak masyarakat yang terdampak virus corona.

“Sekarang ini debt collector diminta untuk dihentikan sementara untuk menarik kendaraan. Karena ini bagian dari tuntutan segera bisa membantu masyarakat yang terdampak langsung,” tulis Humas OJK.

Saat ini debitur leasing diharapkan proaktif dalam menginfokan kepada leasing mengenai tunggakan yang dimilikinya, namun harus tetap dimanfaatkan secara bertanggung jawab.

“OJK juga sedang menginvestigasi adanya beberapa debt collector yang melakukan penagihan di luar sepengetahuan perusahaan leasing. Ini juga perlu hati-hati,” tandasnya. (SIONG)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px