Log in

Nommensen Dorong Kesadaran Perlindungan Merek dan Hak Cipta

Penyidik PNS Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI Ali MarwanHasibuan SH, Direktur Sentra KI UHN Ir Rosnawyta Simanjuntak MSi, unsurpengurus Sentra KI Dr Budiman NPD Sinaga SH MH dan Samse Pandiangan PhD saatmenjadi narasumber pada Workshop Merek dan Hak Cipta di Ruang Dr Justin UHN. Penyidik PNS Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI Ali MarwanHasibuan SH, Direktur Sentra KI UHN Ir Rosnawyta Simanjuntak MSi, unsurpengurus Sentra KI Dr Budiman NPD Sinaga SH MH dan Samse Pandiangan PhD saatmenjadi narasumber pada Workshop Merek dan Hak Cipta di Ruang Dr Justin UHN.

Medan-andalas Sentra Kekayaan Intelektual (KI) Universitas HKBP Nommensen Medan (UHN) bekerjasama dengan Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menggelar workshop tentang “Pentingnya Perlindungan Merek dan Hak Cipta Serta Cara Mendaftarkannya”.

Workshop yang digelar di Ruang Dr Justin UHN, Rabu (6/12) itu menghadirkan narasumber Ali Marwan Hasibuan SH, Penyidik PNS Kekayaan Intelektual Kemenkumham RI, Direktur Sentra KI Nommensen Ir Rosnawyta Simajuntak MP, unsur pengurus Dr Budiman NPD Sinaga SH MH, dan Drs. Samse Pandiangan MSc PhD. Pelatihan diikuti para dosen UHN dan berbagai perguruan tinggi di Sumatera Utara.

Ketua LPPM UHN Dr Janpatar Simamora SH MH dalam sambutannya mengatakan, perlindungan merek dan hak cipta sangat penting. Sebab, dengan adanya perlindungan ini maka inovasi dan kreativitas para dosen atau siapa saja akan semakin lebih baik.

“Dengan perlindungan merek dan hak cipta, sebuah karya akan ada apresiasi dan perlindungan dari pemerintah dalam hal ini Kemen kumham. Kita sangat mendukung program perlindungan merek dan hak cipta ini,” tegas Doktor Ilmu Hukum Unpad Bandung ini.

Wakil Rektor II UHN Medan Drs Charles M Sianturi MSBA dalam sambutannya mengatakan, negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok sangat consern dalam perlindungan hak cipta dan merek. “Kita harapkan Indonesia segera menyusul,” tegasnya.

Ditambahkan, inovasi yang dilakukan oleh pendidikan tinggi sudah saatnya dilindungi oleh UU Hak Cipta dan Merek. Dengan demikian akan memicu para dosen untuk terus melakukan penelitian yang bermanfaat untuk masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan bangsa.

“Kami harapkan semua dosen mendaftarkan penelitiannya misalnya menjadi merek dan hak cipta sesuai dengan UU yang berlaku,” tutur Charles.

Hal senada disampaikan Direktur Sentra KI Nommensen Rosnawyta Simajuntak. “Perlindungan merek dan hak cipta sangat penting untuk mendorong paradosen berinovasi. Belum lagi manfaat finansial yang bisa kita peroleh dari hasil inovasi,” tuturnya.

Sementara itu, Ali Marwan Hasibuan dari Kemenkumham RI mengatakan, perlindungan merek dan hakcipta akan memproteksi hasil-hasil riset pendidikan tinggi. Prosedur untuk mendapatkan merek dan hak cipta, katanya. Tidak sulit.

“Prosedur baku sudah ada dan kami dari Kemenkumham RI selalu siap memfasilitasi supaya para dosen punya hak cipta dari inovasi dan kreasinya. Tinggal bagaimana supaya para dosen punya penelitian, buku, modul kuliah dan karya lainnya,” tuturnya. (HAM)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 11 Dec 2017 28°C 23°C
  • 12 Dec 2017 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px