Log in

Kewajiban Menggunakan Kartu GPN Akan Dilakukan Bertahap

Sejumlah narasumber dan moderator diabadikan bersama-sama pada pelaksanaan seminar diseminasi kebijakan terkini BI KPw Provinsi Sumut terkait GPN, di Gedung BI Sumut, Rabu (8/8). andalas/siong Sejumlah narasumber dan moderator diabadikan bersama-sama pada pelaksanaan seminar diseminasi kebijakan terkini BI KPw Provinsi Sumut terkait GPN, di Gedung BI Sumut, Rabu (8/8). andalas/siong

Medan-andalas Asisten Direktur Departemen Elektronifikasi dan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) Bank Indonesia (BI) Rino Is Triyanto mengatakan, pada prinsipnya kartu ajungan tunai mandiri (ATM) dan kartu debet yang saat ini masih berlogo Visa atau Master akan digantikan oleh kartu GPN berlogo Garuda Merah secara bertahap.

"Kewajiban untuk menggunakan kartu GPN sebagai transaksi bayar dan transaksi lainnya akan dilakukan secara bertahap," kata Rino Is Triyanto di sela pelaksanaan seminar diseminasi kebijakan terkini BI KPw Provinsi Sumut terkait GPN dan kesiapan IMF-WB Annual Meeting (voyage to Indonesia) serta sosialisasi dan edukasi Saving Bond Ritel seri SBR004 di Gedung BI Sumut, Rabu (8/8).

Pada prinsipnya, sebut Rino Is Triyanto, BI tidak pernah mewajibkan masyarakat untuk mengganti kartu tersebut menjadi GPN. BI hanya akan melakukan kerjasama dengan pihak perbankan karena mereka (perbankan red) yang memiliki kartu ATM dan debet.

"BI tidak punya kartu, yang punya kartu pihak perbankan. Jadi BI hanya melakukan koordinasi dengan bank-bank untuk menginformasikan hal ini kepada masyarakat untuk mengganti kartunya," sebut Rino.

Rino mencontohkan, jika seseorang memiliki 3 kartu ATM maupun kartu debet maka bisa mengganti kartunya menjadi logo GPN minimal satu dulu.

"Intinya kita menyadarkan diri kita terlebih dahulu untuk menerima kartu GPN itu. Jika kita sudah sadar dan menerima maka lama-lama akan tumbuh kesadaran untuk mempromosikannya juga kepada yang lain," ucap Rino.

Rino menambahkan, BI menargetkan seluruh masyarakat penggunaan kartu GPN ?akan terealisasikan sampai tahun 2020 mendatang dengan penggantian kartu yang dilakukan secara bertahap.

"Ini menjadi PR (pekerjaan rumah), kita lihat nasabahnya. Seperti nasabah terbanyak itu, adalah BRI, sanggup BRI untuk melakukan itu sampai 2020. Karena, waktu rikarding atau mengganti kartu debit yang lama ke kartu GPN yang baru, kemampuan Bank membuka satu hari itu berapa. Itu pengaruhkan," ucap Rino Is Triyanto.

Rino mengatakan realisasi penggunaan GPN untuk mempermudah proses transaksi bagi masyarakat, tanpa memiliki beberapa kartu debit atau kartu ATM dari sejumlah bBank. Cukup dengan kartu GPN untuk semuan transaksi perbankan.

Namun, ia menjelaskan pergantian kartu debit atau kartu ATM ke GPN secara bertahap dengan melihat kemampuan bank, karena mengingat jumlah nasabah yang sangat besar dengan memerlukan waktu yang cukup lama.

Ia mengatakan seluruh perbankan sudah saatnya melakukan sosialisasi kepada nasabahnya untuk segera menggantikan kartu Debit atau kartu ATM dengan GPN. Saat ini, persiapan sudah mencapai 60 persen. Dirinya optimis seluruh bank sudah siap untuk menerbitkan kartu GPN keseluruhan masyarakat. (Siong)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

25°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 17 Aug 2018 30°C 23°C
  • 18 Aug 2018 31°C 23°C

Banner 468 x 60 px