Logo
Print this page

Kasus Dugaan Korupsi e-KTP, KPK Kembali Periksa Chairuman Harahap


Jakarta – andalas Mantan Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi e-KTP dengan tersangka anggota DPR Markus Nari. Chairuman mengaku sudah tak berada di Komisi II saat pembahasan anggaran perpanjangan pengerjaan proyek e-KTP.

"Oh, saya nggak di Komisi II lagi saat itu. Saya sudah di Komisi VI," kata Chairuman setelah diperiksa di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (24/6).

Chairuman menjabat Ketua Komisi II hingga 2012. Dia kemudian digantikan oleh Agun Gunandjar Sudarsa, yang juga diperiksa sebagai saksi untuk Markus. Juga turut diperiksa sebagai saksi politisi Golkar lainnya, Melchias Markus Mekeng.

Chairuman mengaku tak banyak pertanyaan baru dalam pemeriksaannya. Pemeriksaan ini, menurutnya, hanya pengulangan untuk BAP pada kasus e-KTP dengan tersangka Markus.

"Nggak ada, hanya pengulangan untuk berita acara itu," kata dia.

Markus merupakan satu dari sembilan tersangka yang telah ditetapkan KPK dalam kasus ini. Dia ditetapkan sebagai tersangka dalam dua kasus, yakni dugaan merintangi penyidikan dan dugaan korupsi proyek e-KTP.

Untuk kasus pertama, KPK menetapkan Markus sebagai tersangka karena diduga merintangi proses penyidikan kasus dugaan korupsi e-KTP serta kasus dugaan pemberian kesaksian palsu yang menjerat Miryam S Haryani.

Pada kasus kedua, Markus disangka menerima suap untuk memuluskan anggaran perpanjangan proyek e-KTP tahun 2013 di DPR.

KPK menduga Markus menerima Rp 4 miliar dari eks pejabat Kemendagri Sugiharto, yang kini telah jadi terpidana kasus e-KTP. Nama Markus juga muncul dalam putusan Andi Narogong, yang kini telah menjadi terpidana kasus korupsi e-KTP. Markus disebut menerima duit haram dari proyek e-KTP senilai USD 400 ribu.

Dalam perkara e-KTP ini KPK sudah mengantarkan tujuh orang ke dalam penjara. Ketujuh orang tersebut dinilai hakim terbukti melakukan kerugian negara Rp2,3 triliun dari proyek sebesar Rp5,9 triliun.

Dua mantan pejabat Ditjen Dukcapil Kemendagri Irman dan Sugiharto yang masing-masing divonis 15 tahun penjara, mantan Ketua DPR Setya Novanto yang juga 15 tahun penjara, pengusaha Andi Narogong 13 tahun penjara, dan Anang Sugiana Sudihardjo seberat 6 tahun penjara.

Sedangkan Irvanto Hendra Pambudi dan Made Oka Massagung masing-masing 10 tahun penjara. Sementara itu, politikus Partai Golkar Markus Nari masih menjalani proses penyidikan. (DTC/LP6)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com