Logo
Print this page

Juni 2019, Perbankan di Lhokseumawe Salurkan Kredit Rp16,49 Triliun

Warga melihat tumpukan uang kertas yang telah dimusnahkan dan dikemas di KPwBI Lhokseumawe. andalas/mulyadi Warga melihat tumpukan uang kertas yang telah dimusnahkan dan dikemas di KPwBI Lhokseumawe. andalas/mulyadi

Lhokseumawe-andalas Posisi kredit yang disalurkan oleh bank di wilayah kerja KPwBI Lhokseumawe pada Juni 2019 mengalami pertumbuhan sebesar 6,91 persen yaitu dari Rp15,42 triliun menjadi Rp16,49 triliun.

Pertumbuhan tersebut didukung oleh kualitas kredit yang terpantau aman dengan NPL di level 1,76 persen, menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 1,88 persen, dan masih di bawah ambang batas aman yang ditetapkan oleh Bank Indonesia yaitu 5 persen.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe Yufrizal, Senin (12/8) menyebutkan, untuk Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, posisi kredit bulan Juni 2019 tumbuh sebesar 4,60 persen yaitu dari Rp5,87 triliun menjadi Rp6,14 triliun dengan NPL sebesar 1,48 persen atau menurun dari bulan sebelumnya yang sebesar 1,50 persen.

Kemudian ia menyebutkan, secara sektoral, sektor ekonomi yang memiliki posisi kredit terbesar adalah perdagangan, restoran, dan hotel dengan pangsa 22,81 persen mengalami pertumbuhan 9,22 persen utamanya ditopang pinjaman perdagangan ekspor kopi bijian, ekspor tembakau, dan ekspor bahan makanan lainnya.

Selanjutnya pengolahan yang memiliki pangsa 13,43 persen dari total kredit, mengalami pertumbuhan 3,38 persen utamanya didorong oleh industri minyak goreng dari kelapa sawit, industri instrumen optik, dan daur ulang bukan logam.

Adapun pada sektor pertanian yang memiliki pangsa sebesar 6,25 persen, tumbuh sebesar 8,86 persen utamanya pada pertanian palawija, tanaman bahan baku tekstil, dan hortikultura bunga.

“Secara tahunan, pertumbuhan tertinggi ditunjukkan oleh sektor pertambangan sebesar 147,68 persen utamanya subsektor penggalian batu-batuan,” ungkapnya.

Berdasarkan penggunaannya, kredit/pembiayaan untuk tujuan konsumsi memiliki pangsa terbesar yaitu 52,09 persen atau senilai Rp8,63 triliun. Kredit/pembiayaan tersebut tumbuh sebesar 4,79 persen.

Selanjutnya kredit/pembiayaan modal kerja memiliki pangsa 37,19 persen atau senilai Rp6,16 triliun, tumbuh sebesar 6,65 persen. Sementara kredit/pembiayaan investasi memiliki pangsa 10,24 persen atau senilai Rp1,69 triliun, tumbuh sebesar 4,79 persen.

Selain itu, rasio kredit/pembiayaan terhadap dana pihak ketiga atau Loan to Deposit Ratio (LDR) di wilayah kerja KPw BI Lhokseumawe pada bulan Juni 2019 sebesar 118,33 persen, lebih rendah dari bulan Mei 2019 yang berada pada angka 129,87 persen.

“Angka ini menunjukkan nilai kredit/pembiayaan yang disalurkan lebih besar dari nilai dana. Penurunan LDR menunjukkan bahwa pertumbuhan DPK lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pembiayaan/kredit,” ungkapnya. (MUL)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com