Logo
Print this page

Jokowi Minta Solar B50 Diterapkan Akhir 2020

Biosolar B20 Pertamina Biosolar B20 Pertamina

Jakarta-andalas Penggunaan bahan bakar biodiesel 20 persen atau B20 yang mulai diterapkan pada 2018 diklaim berjalan baik. Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) berharap pemanfaatan minyak sawit kasar atau crude palm oil (CPO) terus diperluas paling tidak hingga akhir tahun 2020. Program ini akan diawali dari penggunaan bahan bakar B30 pada Januari 2020 dan secara perlahan diharapkan bisa meloncat dengan target penggunaan B50 di Desember 2020.

"Saya juga ingin agar B20 nanti pada Januari 2020 itu sudah pindah ke B30 dan selanjutnya, nanti di akhir 2020, sudah meloncat lagi ke B50," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas terkait evaluasi pelaksanaan mendatori biodiesel di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (12/8).

Jokowi menilai, penggunaan bahan bakar biodiesel bisa mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Dengan demikian, impor untuk bahan tersebut bisa berkurang.

"Kalkulasinya, jika kita konsisten menerapkan produk B20 ini, kita bisa menghemat lebih dari 5,5 miliar dollar AS per tahun," ujarnya lagi.

"Dan yang tidak kalah pentingnya penerapan B20 juga akan menciptakan permintaan domestik CPO (Crude Palm Oil) yang sangat besar, yang kita harapkan menimbulkan multiplier effect terhadap 17 juta petani berkebun dan pekerja yang ada di kelapa sawit," kata Jokowi.

Pada kesempatan terpisah, Wakil Menteri Kementerian ESDM, Arcandra Tahar menjelaskan saat ini pihaknya masih melakukan uji coba untuk program B30. "Tesnya masih berjalan hingga Oktober. Kita sedang evaluasi sambil berjalan," katanya.

Biodiesel adalah bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel untuk aplikasi mesin atau motor diesel berupa Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang dihasilkan dari bahan baku hayati dan biomassa lainnya yang diproses secara eterifikasi.

B20 merupakan bahan bakar diesel campuran minyak nabati 20 persen dan minyak bumi (petroleum diesel) 80 persen. Pemerintah menetapkan penggunaan B20 mulai 1 September 2018.

Artinya nanti B30 dan B50 akan memiliki campuran minyak nabati yang lebih tinggi lagi, B30 yakni 30 persen minyak nabati dan 70 persen solar, sedangkan B50 yakni 50 persen minyak nabati dan 50 persen solar.

B20 mendapat sorotan karena membuat ruang pembakaran lebih kotor dibanding solar. Kandungan B20 lebih kental dan mengandung gliserin lebih banyak ketimbang solar murni. Hasilnya ialah filter yang bekerja lebih keras untuk menyaring kotoran. (KPC)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com