Log in

Ikan Aceh Diadang Masuk Sumut


Kepala DKP Aceh Hubung Bupati Tapteng

Banda Aceh-andalas Puluhan truk pengangkut ikan dari Aceh diadang masuk ke Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, tepatnya di beberapa titik di Desa Andam, Kecamatan Barus.

Mereka dicegat petugas Dinas Perhubungan dan Satpol PP kabupaten setempat yang melaksanakan razia khusus menjaring truk ikan masuk ke sana, di sejumlah titik desa dalam Kabupaten Tapanuli Tengah tersebut, sejak Sabtu (7/9) malam lalu.

Dilansir Serambinews.com, Senin (9/9), informasi itu pertama kali diungkapkan Sekretaris Asosiasi Pedagang Ikan Intersulair (ASPI) Aceh, HT Tarmizi.

Menurutnya, terkait masalah tersebut harus disikapi cepat oleh Pemerintah Aceh untuk menghindari tindakan yang dinilai telah semena-mena diberlakukan di Tapanuli Tengah, tanpa ada dasar hukum dan aturan hukum yang jelas.

Kalau tidak direspon cepat, dikhawatirkan akan meluas serta berdampak ke hal yang lebih besar dan ke wilayah lainnya.

“Kami berani katakan bahwa itu semena-mena, karena semua surat-surat mulai dari karantina serta berbagai surat lainnya lengkap. Sehingga ketika diperiksa tidak ada yang kurang. Jadi, apa alasan mereka menghadang dan melarang truk-truk pembawa ikan dari Aceh masuk, sampai saat ini gak jelas. Bukan hanya kami, para sopir truk yang sebagian masih ada di lokasi juga tidak tahu apa alasan truk-truk khusus pembawa ikan dari Aceh dilarang masuk dan sampai saat ini belum ada penjelasan,” kata Tarmizi yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Kapal Ikan Aceh (APKIA).

Dasar itulah, pengadangan masuknya truk-truk ikan dari Aceh yang akan membawa ikan ke Sibolga, Tapanuli Tengah, menurut Tarmizi, itu dianggap ilegal dan semena-mena. Diduga ada kepentingan lain dibalik tindakan tersebut.

“Negara kita ini negara hukum. Antara Aceh dan Sumut itu masih satu negara dan posisi bertetangga, jangan justru ada persoalan kecil seperti ini akan memantik persoalan yang lebih luas. Karena selama ini, para nelayan Sibolga juga menangkap ikan di perairan Aceh.

Kok ikan Aceh tidak diizinkan masuk ke sana. Kalau masalah ini tidak selesai, kami minta Pemerintah Aceh juga harus tegas dan membatasi hal tersebut,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh Dr Ir Ilyas MP mengaku sudah menghubungi Kepala DKP dan Bupati Tapanuli Tengah. Ilyas bermaksud menanyakan alasan dicegatnya puluhan truk pengangkut ikan dari Aceh. Pihak yang pertama sekali ia hubungi adalah Kepala DKP Tapanuli Tengah, Idham Batubara.

“Menurut versi Kepala DKP Tapanuli Tengah, mereka melarang masuk truk pembawa ikan dari Aceh yang tidak memiliki kelengkapan surat,” kata Ilyas.

Ilyas lantas menghubungi Kepala DKP Sumatera Utara (Sumut), Mulyadi, untuk menanyakan hal yang sama. Kepada Ilyas, Mulyadi mengaku belum menerima laporan terkait hal itu.

Belum puas, Ilyas mencoba menghubungi Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani. Jawaban yang ia terima persis sama seperti yang disampaikan Kepala DKP sebelumnya, yakni masalah kelengkapan surat. “Kalau itu memang kebijakan mereka, kita tidak bisa terlalu mengintervensi,” ujar Ilyas.

“Tapi intinya kami beri pengertian, kita tidak ingin masalah ini menjadi permasalahan yang besar, karena antara Aceh dan Sumut ini memiliki hubungan yang erat,” tambah Ilyas. (G/SNC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px