Logo
Print this page

IHSG Melemah, Investor Saham Panik


Medan-andalas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperdagangkan di teritori negatif, Rabu (5/9). IHSG pada perdagangan  mengalami pelemahan terburuk sejak beberapa tahun.

"IHSG sempat melemah sebesar 4,7%.Investor saham hari ini tampak panik," kata Ekonom Sumut Gunawan Benjamin di Medan, Rabu (5/9).

Menurutnya, hingga penutupan perdagangan saham IHSG melemah 221 basis poin atau melemah 3.75% di level 5.683 level tertinggi IHSG berada di level 5.868 dan level terendah IHSG berada di level 5.621.

Selain itu sebut dia, seluruh sektor saham mengalami pelemahan dimana saham properti mengalami pelemahan terparah 4% disusul oleh pelemahan saham sektor konsumen 3,7%, pertambangan melemah 3.6% dan saham sektor keuangan melemah 3.5%.

Tak hanya IHSG yang mengalami pelemahan, Indeks saham Global juga melemah pada perdagangan hari ini. Kepanikan massal menyebabkan keruntuhan saham di berbagai bursa. Indeks Hangseng melemah 2,6%, Indeks Kospi 200 melemah 1,32%, Indeks Philliphine juga melemah 1,6% dan Shanghai melemah  1,68%.

Disamping itu, tutur Gunawan, mata uang Rupiah terhadap dolar AS masih terpuruk hingga level Rp.15.000. "Saat ini situasi eksternal mengalami krisis yang cukup parah, negara-negara emerging market mulai diuji ketahanannya oleh AS," ucap Gunawan.

Dikatakannya, krisis yang melanda beberapa negara seperti Turki, Argentina, Venezuela dan menyusul Afrika Selatan perlu diwaspadai.

Sejauh ini imbuhnya, pemerintah telah responsif menyikapi pelemahan Rupiah yang semakin merosot yakni melemah 7,6%.

"Pelemahan ini memang sangat menyulitkan para importir dan pengusaha namun saat ini kebijakan-kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia juga butuh waktu untuk merespon pergerakannya,"ungkap Gunawan.

Kemudian, sebut dia, faktor eksternal juga lebih cepat mempengaruhi pelemahan Rupiah. Untuk itu, masyarakat juga harus meredam kepanikannya agar Rupiah dapat menyesuaikan diri ditengah pelemahannya.

Gunawan menjabarkan, kekhawatiran masyarakat akan pengulangan krisis ditahun 1998 hanya menjadi momok ketakutan yang membuat masyarakat akan semakin panik karena situasi ekonomi Indonesia jika dibanding tahun 1998 jelas sangat berbeda.

"Perbedaan mendasar saat ini ialah inflasi Indonesia sangat terjaga sedangkan Inflasi di tahun 1998 memang sangat terpuruk sepanjang sejarah," tandasnya. Lalu, fundamental Indonesia masih terjaga dan tergolong kuat dibandingkan negara-negara lainnya. (Siong)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
Info Pemasangan Iklan Online

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com