Logo
Print this page

ICK Tantang Kemen-PUPR Adu Konsep

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menerima audiensi calon investor Tol Medan-Berastagi bersama Ketua ICK Sumut Budi Derita Sinulingga, di Medan. Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menerima audiensi calon investor Tol Medan-Berastagi bersama Ketua ICK Sumut Budi Derita Sinulingga, di Medan.

Soal Tol Medan-Berastagi

Kabanjahe-andalas Ikatan Cendikiawan Karo menantang Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) adu konsep terkait kelayakan Tol (jalan bebas hambatan) Medan-Berastagi untuk segera dibangun.

Tantangan itu disampaikan Ketua Ikatan Cendikiawan Karo (ICK) Sumatera Utara (Sumut) Dr Ir Budi Derita Sinulingga MSi menanggapi alasan Kemen-PUPR  menolak membangun Tol Medan-Berastagi yang dinilai sepihak.

"Tolong sampaikan ke Menteri (PUPR), kami siap berargumentasi dan memaparkan konsep dan kajian kami. Jangan hanya sepihak, mari undang kami, kami siap memaparkan solusi dan kelayakan mendesaknya tol tersebut," katanya kepada wartawan, Senin di Kantor Bupati Karo, Kabanjahe, Senin (12/8). "Jika perlu di depan Presiden dan Wakil Presiden kami siap memaparkan dengan argumentasi ilmiah," sambungnya.

Dijelaskannya ICK sebelumnya menawarkan konsep jembatan layang yang pararel untuk menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan parah yang kerap terjadi di jalur reguler Medan-Berastagi. Tetapi konsep itu tidak diakomodasi oleh Kemen-PUPR.

“Kemen-PUPR pakai pelebaran jalan setempat, berarti tidak menghilangkan kelok kelok yang patah serta bertebing yang jumlahnya 11. ICK tidak yakin solusi itu efektif," kritiknya.

Mengenai jalan tol, lanjutnya, jangan dilihat dari kepentingan untuk mengatasi kemacetan di Jalan Medan-Berastagi saja, tetapi untuk pengembangan sekaligus meningkatkan daya saing di delapan kabupaten. "ICK sudah buat kajian pendahuluan,” ucap Sinulingga.

Mantan Kepala Bappeda Sumut itu lebih jauh memaparkan, Tol Medan-Berastagi mendesak dibangun untuk mengurai kesenjangan kawasan utara Danau Toba yang sangat minim terobosan pembangunan infrastruktur berskala nasional dibandingkan dengan kawasan selatan Danau Toba.

Tol ini sekaligus untuk menjawab tantangan kepadatan volume kendaraan beberapa tahun mendatang di Jalan Letjen Djamin Ginting Medan-Berastagi. “Ini tidak akan terelakkan, pertambahan berbagai jenis moda transportasi begitu pesat, sementara lebar badan jalan sangat terbatas,” ungkapnya.

Terlebih lagi, Jalan Medan-Berastagi yang menjadi satu-satunya jalan nasional penghubung Ibu Kota Provinsi Sumut dengan sejumlah kabupaten, baik di Sumut maupun Aceh Tenggara dan Aceh Selatan di Provinsi Aceh, sudah tidak mampu menampung semakin padatnya kendaraan baik siang maupun malam hari, terlebih saat hari-hari libur.

"Janganlah dibiarkan terjadi disparitas (kesenjangan) yang semakin tajam antara pembangunan kawasan selatan dengan utara Danau Toba. Coba lihat, di bagian selatan kawasan Danau Toba ada Tol Tebing Tinggi-Parapat, ada dua bandar udara dan jalur kereta api, tahun depan akan dibangun Tol Medan-Pematang Siantar-Parapat. Belum lagi yang lainnya. Sementara kawasan utara, seperti Kabupaten Karo, Dairi, dan Pakpak Barat terkesan telantar dan terpinggirkan dalam pembangunan berkala nasional," sesal Sinulingga.

ICK juga mengkritik konsep pelebaran jalan dengan tiang beton pada titik-titik tertentu sepanjang 4 Km di jalur reguler Medan-Berastagi berbiaya Rp80 milliar yang diprogramkan Kemen-PUPR.

Sangat berbeda dengan konsep ICK yang mengusulkan pembangunan jalan beton sejajar dengan jalur reguler Medan-Berastagi sepanjang 5 Km dengan biaya Rp400 miliar.

“Dengan pelebaran saja tidak menghilangkan spiral curve. Sedangkan konsep ICK justru ingin menghilangkan spiral curve dan sekaligus (jalan dibangun) menjadi empat  lajur,” papar akademisi USU itu seraya menyebut konsep ICK itu telah dipaparkan di Komisi V DPR RI dan Kemen-PUPR.

Sepulang dari Kantor Bupati Karo, Ketua ICK Sumut mendampingi calon investor Tol Medan-Berastagi audiensi ke Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi di Kantor Gubernur, Medan, Senin (12/8).

“Investor itu bersedia untuk pay back periode 25 tahun. Bapak Gubsu Edy Rahmayadi juga menyambut baik. Beliau menyambut positif, karena dia juga respek dengan Tol Medan-Berastagi,” ungkapnya. (RTA)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com