Log in

Hendrik Sitompul Terima Penghargaan Pertamina Patra Niaga

Hendrik Sitompul ketika menerima penghargaan dari PT Pertamina Patra Niaga, Selasa (9/7) di, Jakarta. andalas|ist Hendrik Sitompul ketika menerima penghargaan dari PT Pertamina Patra Niaga, Selasa (9/7) di, Jakarta. andalas|ist

Medan-andalas Setelah membuktikan diri sebagai pembayar pajak terbesar di Jakarta Timur, Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM kembali membuktikan diri sebagai pengusaha yang taat membayar pajak. Kali penghargaan diraihnya dari PT Pertamina Patra Niaga.

Pertamina Patra Niaga mengapresiasi PT Cahaya Andhika Tamara milik Hendrik Halomoan Sitompul karena sebagai mitra dalam mengelola penyaluran bahan bakar minyak (BBM) melaksanakan tugasnya dengan baik dan taat membayar pajak.

Hendrik menerima penghargaan itu dari Direktur Operasi PT Pertamina Patra Niaga Made Adi Putra diwakili Herry Wiwik, Selasa (9/7) di Kantor Pusat PT Pertamina Patra Niaga, Jalan HR Rasuna Said Kuningan, Jakarta.

Terkait dengan penghargaan yang diraihnya, pengusaha kelahiran Medan, Sumatera Utara, yang juga merupakan Anggota DPRD Medan dari Partai Demokrat itu mengaku memiliki komitmen untuk membangun bangsa dan negara melalui dunia usaha dan politik.

“Jadi, mengabdi bagi bangsa dan negara tidak harus di tanah kelahiran (Medan),” kata Hendrik kepada wartawan, Minggu (14/7).

Menurutnya, prinsip dan semboyan hidup, tentu akan memotivasi untuk meraih prestasi. Hendrik mengutip semboyan hidupnya dari Albert Einstein yang mengatakan, “Don’t look to become a person of success, look instead to become a person of Value (Cita-cita tidak harus sukses, yang penting berusahalah untuk menjadi orang yang berarti).”

Setelah 20 tahun menjadi eksekutif di perusahaan nasional dan 9 tahun sebagai pengusaha, Hendrik memilih tantangan baru menjadi anggota DPRD. Bisnis usaha yang dilakoninya di bidang pemasaran, transporter, dan handling penyaluran BBM berkantor pusat di Jakarta.

“Hingga saat ini kami telah mempekerjakan hampir 2.000 karyawan, terbesar di Pulau Sumatera 5 lokasi, Jawa 6 lokasi, Kalimantan 4 lokasi, NTT dan NTB masing-masing 2 lokasi,"  tambah suami Ir Rospita Br Marpaung MM ini.

Tantangan menjadi seorang wiraswasta di luar Pulau Sumatera, tentu menyita banyak waktu. Melalui guyon, Hendrik tidak ingin disebut hanya “jago kandang” sehingga dirinya rela hijrah dari Medan ke Jakarta, namun ia tidak mau juga disebut sebagai pengusaha nasional. “Ya, itu tadi, biar tak jago kandang sajalah,” ujar Alumnus PPRA 52 Lemhannas RI ini. (RIL)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px