Log in

Harga Tiket Pesawat Mulai Turun, Lion Turunkan Harga Tiket Hingga 25 Persen


Jakarta-andalas Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan saat ini harga tiket pesawat sudah mulai mengalami penurunan. Budi menegaskan Kementerian  Perhubungan (Kemenhub) sudah melakukan pemantauan langsung.

"Yang kami pantau, 50 persen kalau tidak ya saya lihat (turun) ada iklannya itu dari Lion Air," kata Budi di Gedung Kemenhub, Jakarta, Senin (20/5). Di sisi lain, Budi menegaskan maskapai saat ini sudah mematuhi tarif batas atas (TBA). Selain itu juga tidak ada yang menjual tiket mendekati tarif batas bawah (TBB) sehingga tidak menimbulkan perang harga.

Selain itu, Budi juga tidak mempermasalahkan jika maskapai menjual tiket masih mendekati TBA yang saat ini sudah turun hingga 16 persen. "Kalau mepet asal tidak melebihi tidak apa-apa, asal tidak melebihi (TBA)," jelas Budi.

Jika maskapai melebihi TBA, lanjut Budi, Kemenhub akan melakukan evaluasi kepada maskapai tersebut dalam wkatu tertentu. Dia negaskan jika maskapai tidak mematuhi maka akan diberikan sanksi.

Budi mengakui saat penurunan TBA ditetapkan, sebagian masyarakat sudah membeli tiket pesawat untuk mudik sebelum penurunan dilakukan. Budi mengatakan paling tidak pemerintah saat ini sudah berusaha membuat regulasi untuk mengatasi tingginya tiket pesawat.

"Saya minta maaf sekali jika tidak bisa karena kalau sudah ada pembayaran (tiket sebelumnya) itu ada uang tertentu yang harus dibayarkan oleh maskapai," ungkap Budi. Sebelumnya, Kemenhub menetapkan penurunan TBA tiket pesawat sebesar 12 sampai 16 persen. Penurunan TBA berlaku untuk semua penerbangan domestik kelas ekonomi yang menggunakan pesawat jet.

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) menyatakan, maskapai penerbangan nasional secara bertahap mulai menurunkan tarif tiket pesawat seiring kebijakan penurunan Tarif Batas Atas (TBA) oleh Kementerian Perhubungan. Penurunan tarif itu, menurut Asita, sebesar 12-15 persen dan berlaku untuk semua rute domestik.

"Sudah mulai turun secara menyeluruh. Komunikasi terakhir kita dengan pemerintah dan maskapai sudah sepakat untuk ini. Kami berterima kasih," kata Ketua Umum Asita Rusmiati, Senin (20/5).

Ia mengatakan, penurunan terbesar dilakukan oleh maskapai Garuda Indonesia Group yang saat ini memimpin pasar domestik sekaligus perusahaan pelat merah. Setelah Garuda, diikuti oleh maskapai Lion Air Group serta maskapai-maskapai lainnya.

Menurut Asita, penurunan tarif tiket sebesar 12-15 persen sangat membantu industri perjalanan wisata untuk kembali tumbuh. Sekaligus, meningkatkan kembali geliat wisata di daerah-daerah luar Jawa. Sebab, selama ini, Rusmiati mengatakan, sektor wisata kian lesu akibat mahalnya harga tiket pesawat.

"Wisata ini kan tidak hanya satu destinasi. Tapi banyak. Kita berusaha sekali agar wisatawan bisa tinggal lebih lama dan dia bisa melanjutkan wisata ke daerah-daerah sekitarnya dengan harga tiket terjangkau," kata Asita.

Sementara ini, ia memaparkan, pemesanan tiket untuk periode libur lebaran tetap tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya. Kendati kondisi harga tiket lebih mahal dari biasanya, para wisatawan domestik yang biasa memanfaatkan libur lebaran untuk berlibur sudah memahami pergerakan harga.

Dampak dari adanya penurunan tarif tiket pesawat itu, menurut Rusmiati, akan terlihat ketika periode setelah lebaran atau saat sedang low season. Ketika itu, Asita baru dapat meneliti lebih jauh terkait kondisi relevansi penurunan tarif dengan permintaan tiket pesawat secara riil.

Turun 25 Persen

Dilansir Tempo, Senin (20/5), di situs pemesanan tiket online, Traveloka, salah satu penurunan harga tiket terjadi pada penerbangan jurusan Jakarta-Padang. Sebelum hari ini, harga tiket untuk penerbangan pada 3 Juni 2019, H-2 Lebaran 2019, adalah Rp1,66 juta.

Ini adalah harga tiket termurah dengan menggunakan maskapai Low Cost Carrier (LCC) Lion Air. Sementara Lion Air menjual tiket di hari yang sama seharga Rp1,24 juta. Artinya, terjadi penurunan harga tiket sebesar hingga 25,3 persen.

Sedangkan pada 7 Juni 2019, H+1 Lebaran 2019, tiket Lion Air semula juga dijual di kisaran harga Rp 1,66 juta. Sedangkan hari itu tiket dijual seharga Rp1,42 juta. Harga ini berkurang 14,4 persen.

Penurunan ini sejalan dengan keputusan yang diteken Menhub Budi. Dalam putusan itu, tarif batas atas dari rute Jakarta-Padang adalah Rp1,47 juta dan tarif batas bawahnya adalah Rp517 ribu. Bahkan, penurunan yang dilakukan Lion Air lebih tinggi dari yang diatur Budi Karya yaitu 12 hingga 16 persen. (REP/TPO)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px