Log in

Had Kifayah Baznas di Atas Standar BPS

Direktur Puskas Baznas, Irfan Syauqi Beik, Ph.D (kanan) menyerahkan cende ramata kepada Ketua Baznas Sumut Drs H Amansyah Nasution MSP pada pembukaan pelatihan implementasi Indeks Zakat Nasional (IZN) dan Indeks Desa Zakat (IDZ), di Hotel Inna Dharma Deli Medan. Direktur Puskas Baznas, Irfan Syauqi Beik, Ph.D (kanan) menyerahkan cende ramata kepada Ketua Baznas Sumut Drs H Amansyah Nasution MSP pada pembukaan pelatihan implementasi Indeks Zakat Nasional (IZN) dan Indeks Desa Zakat (IDZ), di Hotel Inna Dharma Deli Medan.

75 Peserta Ikuti Pelatihan IZN dan IDZ di Medan

Medan-andalas Sebanyak 75 peserta utusan dari 10 Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi di Pula Sumatera mengikuti Pelatihan Implementasi Indeks Zakat Nasional (IZN) dan Indeks Desa Zakat (IDZ), yang digelar Pusat Kajian Strategis (Puskas) Baznas Republik Indonesia (RI) selama dua hari (29-30 Agustus 2018) di Hotel Inna Dharma Deli Medan. Direktur Puskas Baznas RI Irfan Syauqi Beik PhD didampingi Ketua Baznas Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Drs H Amansyah Nasution MSP dan Wakil Ketua H Syahrul Djalal MBA di sela-sela pelatihan, Kamis (30/8) mengatakan, pelatihan Implementasi IZN dan IDN ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan pengurus Baznas daerah di dalam melakukan kegiatan assessment menggunakan IDZ dan penilaian kinerja zakat dengan menggunakan IZN.

“IZN merupakan indikator untuk menilai sejauh mana hasil perkembangan zakat yang diukur secara komprehensif. Sedangkan IDN berfungsi untuk menilai proses yang terjadi pada pra program berlangsung, dan pascaprogram apakah sebuah komunitas layak dibantu serta program tepat sasaran atau tidak dengan bantuan zakat,” katanya. Lebih lanjut Irfan menyebutkan kualitas zakat dari sisi makro dapat dilihat dari tiga sisi. Pertama mengenai regulasi suatu daerah nyata atau tidak seperti perda zakat dan instruksi kepala daerah. Kedua dukungan anggaran, yakni seberapa besar dukungan pemerintah baik provinsi maupun kabupaten/kota dalam penguatan muatan anggaran Baznas dan ketiga terkait data base.

Sedangkan dari sisi mikro mencakup indikator kelembagaan dan dampak dari zakat. Indikator dari kelembagaan dilihat mulai dari proses penghimpunan, pengelolaan hingga penyaluran dan pelaporan zakat yang dilakukan Baznas provinsi, kabupaten/kota. “Kita lihat kinerjanya, pengelolaan zakat misalnya dari sisi penghimpunan berapa besar dan sebagainya hingga penyaluran dan pelaporan zakat,” kata Irfan. Sedangkan dari dampak zakat adalah bicara implementasi kepada mustahik (penerima zakat) seperti apakah kesehatan, kesejahteraan, pendidikan peneriman zakat meningkat atau tidak dan kemandirian mustahik “Ini semua ini dibuat dalam satu instrumen sebagai panduan perbaikan apa yang harus dilakukan, baik kelemahan sehingga tahun berikutnya kita bisa melihat dan melakukan yang terbaik,” ujar Irfan.

Irfan juga mengungkapkan, batas kecukupan atau standar dasar kebutuhan seseorang/keluarga atau had kipayah Baznas lebih tinggi dibandingkan dengan standar yang ditentukan Badan Pusat Statistik (BPS). “Hasil penghitungan had kifayah di Indonesia mencapai Rp 3.011.142,00 per keluarga per bulan dan had kifayah perorangan mencapai angka Rp 772.088 per kapita per bulan. Sedangkan standar BPS hanya Rp 400 ribu per orang per bulan,” katanya. Berdasarkan kajian had kifayah ini, kata Irfan, rekomendasi penyaluran zakat dapat dibagi menjadi dua kelompok besar. Pertama, pendistribusian dan pendayagunaan zakat. Artinya, bantuan zakat yang bersifat karitatif dan kedaruratan (pendistribusian) diberikan kepada mustahik fakir dan miskin yang dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan dasarnya. Mereka ini yang berpenghasilan lebih kecil dari had kifayah (kurang dari Rp 3.011.142,00 per keluarga/bulan).

Kedua, mustahik yang memiliki penghasilan sama atau melebihi angka had kifayah namun masih di bawah nishab zakat (yaitu antara Rp 3.011.142,00 hingga Rp 4.160.000,00 per keluarga/bulan). “Mereka ini difokuskan kepada kegiatan yang bersifat produktif (pendayagunaan), seperti program kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat,” kata peraih doktor dari sebuah universitas di Malaysia ini. Turut menjadi narasumber dalam pelatihan itu Staf Puskas Baznas RI Chairun Najah. (HAM)

27°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 80%

Wind: 14.48 km/h

  • 21 Nov 2018 28°C 22°C
  • 22 Nov 2018 26°C 22°C

Banner 468 x 60 px