Log in

GPEI Sumut Prakarsai Rapat Antareksportir

ANTAR EKSPORTIR-Para peserta diabadiakan bersama usai menggelar rapat antarasosiasi eksportir dan stakeholder untuk membahas soal kelancaran proses ekspor di Sumut di Medan, Selasa (19/03). (andalas/ist) ANTAR EKSPORTIR-Para peserta diabadiakan bersama usai menggelar rapat antarasosiasi eksportir dan stakeholder untuk membahas soal kelancaran proses ekspor di Sumut di Medan, Selasa (19/03). (andalas/ist)

Hendrik Sitompul Apresiasi Kenaikan Devisa Ekspor

Medan-andalas Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memprakarsai rapat antar-asosiasi eksportir dan stakeholder untuk membahas soal kelancaran proses ekspor di Sumatera Utara.

Kegiatan yang mengusung tema ‘Overview Ekspor dan Kelancaran Arus Barang di Sumatera Utara’ ini dibuka langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) GPEI Sumut Drs Hendrik Halomoan Sitompul, MM di Ruang Rapat Kadin Sumatera Utara, Jalan Sekip Baru, Petisah Tengah, Kota Medan, Selasa (19/3).

Dalam rapat itu, perwakilan Bea Cukai, Mahdi Djafar menyampaikan, devisa pada tahun lalu mengalami surplus karena kebun-kebun produksi besar. "Januari juga surplus. Februari menurun, mungkin sisa imlek dan pilpres juga mungkin,” ujarnya.

"Sungguh pencapaian yang membanggakan. Bea Cukai akan memberikan sertifikat penghargaan kepada pelaku usaha,” tambah Mahdi disambut tepuk tangan para peserta rapat.

Mahdi juga memaparkan Data Eksportir dengan Jumlah Devisa Terbesar Periode Januari-Agustus 2018 yang dihasilkan 25 pelaku usaha.

Ketua DPD GPEI Sumut Hendrik Sitompul engapresiasi pengusaha ekspor di Sumut yang berhasil menjaga nilai perdagangan Sumut hingga mencapai surplus selama tahun 2018.

"Ini merupakan prestasi luar biasa untuk Sumatera Utara. Semoga kita bisa mempertahankan prestasi ini bahkan bisa meningkatkan jadi lebih baik lagi,” puji Hendrik Sitompul penuh semangat.

Hendrik menginginkan agar para pelaku usaha dan stakeholder harus dapat bersinergi supaya kegiatan ekspor berjalan dengan lancar serta dapat meningkatkan devisa negara.

Kepala Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Belawan, Situmorang menyampaikan, sebelumnya ada satu perusahaan meminta sertifikasi dalam rangka mengirim buah ke Vietnam. “Tetapi ternyata buah yang dikirim adalah buah terlarang. Hal tersebut merugikan eksportir,” katanya.

Dia berharap agar para eksportir dan pelabuhan saling bekerja sama dan bahu-membahu demi mencapai kesuksesan. “Kalau kita bekerja sama tidak ada yang tidak dapat diselesaikan, mari bahu membahu agar ekpor Indonesia membawa devisa ke rakyat Sumut,” ujar Situmorang.

Turut hadir dalam rapat ini sejumlah asosiasi pelaku usaha ekspor di Sumut seperti GPEI, GM BICT, OP Belawan, PT Industri Karet Deli, PT Samawood, PT Juma Berlian Exim, PT Seafood Sumatera Perkasa, PTPN 3, BBKP, AEKI, PT Darmasindo Inti Karet, PT Berlian Transtar Abadi, PT Mujur Timber, PT Lintas Buana, PT Daya Eka Samudera, Kadin Sumut, PT Musim Mas, PT Smart Tbk, PT Infinti Logistic, PT Toba Surimi Industries, Bank Export. (RIL)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px