Log in

FH Unpri Gelar Seminar Pasar Modal

Dekan FH Unpri Dr Tommy Leonard SH MKn (kiri) didampingi Rektor Unpri Dr Chrismis Novalinda Ginting SSit MKes menyerahkan cenderamata kepada Wakil Ketua Umum HKHPM GP Aji Wijaya usai Seminar Pasar Modal di kampus Unpri. Dekan FH Unpri Dr Tommy Leonard SH MKn (kiri) didampingi Rektor Unpri Dr Chrismis Novalinda Ginting SSit MKes menyerahkan cenderamata kepada Wakil Ketua Umum HKHPM GP Aji Wijaya usai Seminar Pasar Modal di kampus Unpri.

Medan-andalas Fakultas Hukum (FH) Universitas Prima Indonesia (Unpri) menggelar seminar tentang pasar modal dengan tema “Peran Profesi Penunjang Konsultan Hukum sebagai Pihak yang Terkait Dalam Perdagangan di Pasar Modal” di ruang Serbaguna Kampus Unpri, Jalan Ayahanda Medan, kemarin.

Seminar tersebut menghadirkan Wakil Ketua Umum Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal (HKHPM) GP Aji Wijaya sebagai pembicara.

Acara dihadiri Pendiri Unpri Dr dr I Nyoman Ehrich Lister MKes AIFM, Dekan FH Unpri Dr Tommy Leonard SH MKn, Rektor Unpri Dr Chrismis Novalinda Ginting SSit MKes, Wakil Rektor (WR) I Seno Aji MEng Prac, WR II Dr Ermi Girsang SKM MKes, WR III Said
Rizal SHI MA, WR IV dr Alinapiah Nasution MKT, dan tim panitia Dr Elvira Fitriani Pakpahan SH MHum, Sonya Airini SH MH dan Yanti SH MH.

Dekan FH Unpri Tommy Leonard mengatakan, seminar tersebut merupakan wujud nyata dari visi FH Unpri, yakni unggul di bidang hukum bisnis yang berwawasan socio techno-preneurship, inovatif dan adaptif. Kegiatan ini juga memberikan informasi mengenai bagaimana kondisi pasar modal yang ada di Indonesia saat ini.

"Dengan keberadaan pasar modal, perusahaan-perusahaan akan mendorong perekonomian nasional menjadi lebih maju, yang akan menciptakan kesempatan kerja yang luas, serta meningkatkan pendapatan pajak bagi pemerintah," kata doktor muda yang juga Ketua BPH Unpri ini.

Sementara itu, GP Aji Wijaya mengatakan, tindak pidana di pasar modal merupakan perbuatan yang dikenai hukum pidana, baik hukum pidana yang diatur dalam suatu kodifikasi, maupun hukum pidana yang diatur dalam Undang-Undang tentang hal tertentu, dalam hal ini Undang-Undang Pasar Modal (UUPM).

“Hukum pidana manapun yang dirujuk, memiliki benang merah perihal rumusan dari tindak pidana (strafbar feit), yaitu adanya ancaman pidana bagi pihak/orang yang di pandang bertanggung jawab atas perbuatannya, untuk lebih memudahkan pemahaman istilah ‘ancaman pidana’ dipadankan dengan kata sanksi pidana,” katanya.

Dijelaskan juga, meskipun UUPM mengatur secara khusus perihal tindak pidana di bidang pasar modal, namun ketentuan umum lainnya perihal tindak pidana berlaku hukum pidana yang diatur dalam kodifikasi hukum pidana (dhi KUHP), kecuali jika secara khusus telah diatur dalam UUPM.

Sebelumnya Rektor Unpri Chrismis Novalinda Ginting saat membuka seminar itu menyebutkan, dalam rangka pembangunan nasional pasar modal mempunyai peranan yang sangat penting dalam menghimpun dana dari masyarakat guna modal pembangunan. Dan salah satu mekanisme pasar modal Indonesia terdapat profesi penunjang pasar, yaitu konsultan hukum yang bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan hukum dan pendapat hukum yang diberikan konsultan hukum akan membantu suatu perusahaan, untuk mewujudkan proses penawaran umum. (HAM)

27°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 77%

Wind: 11.27 km/h

  • 19 Oct 2018 28°C 22°C
  • 20 Oct 2018 30°C 21°C

Banner 468 x 60 px