Log in

Ekonomi Berkelanjutan Komunitas Disabilitas Medan

DIABADIKAN-Penyandang Disabilitas Medan diabadikan bersama pihak Maybank Indonesia pada pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan bagi komunitas penyandang disabilitas di Medan selama 3 hari di Panti Jompo Karya Asih, Jalan Monginsidi Ujung, Medan (Rabu 11/4). (andalas/ist) DIABADIKAN-Penyandang Disabilitas Medan diabadikan bersama pihak Maybank Indonesia pada pelaksanaan program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan bagi komunitas penyandang disabilitas di Medan selama 3 hari di Panti Jompo Karya Asih, Jalan Monginsidi Ujung, Medan (Rabu 11/4). (andalas/ist)

Maybank Indonesia Berdayakan

Medan-andalas Menyusul peluncuran program “Reach Independence & Sustainable Entrepreneurship” (RISE) pada Februari 2018 lalu, Maybank Indonesia dan yayasan sosial yang dimiliki Maybank Group, Maybank Foundation, melaksanakan program pemberdayaan ekonomi berkelanjutan bagi komunitas penyandang disabilitas di Medan selama 3 hari.Kegiatan dimulai tanggal 9 -11 April itu  dipusatkan di Panti Jompo Karya Asih, Jalan Monginsidi Ujung, Medan.

Dalam penutupan pelatihan RISE Rabu (11/4) kemarin hadir disana Risca Bernadetta Pasaribu, Kepala Bagian Pengawasan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumbagut dan Branch Manager Maybank Indonesia, KC Induk Medan, Laury Anita Sembiring.

Esti Nugraheni, Head, Corporate Communications & Branding, Maybank Indonesia mengatakan, pemberdayaan ekonomi merupakan salah satu fokus corporate responsibility Maybank Indonesia. Selaras dengan misi humanising financial services, Maybank Indonesia secara konsisten memberikan perhatian kepada individu maupun komunitas wirausaha penyandang disabilitas dengan berbagai program.

"ini bertujuan untuk meningkatkan semangat pantang menyerah, percaya diri serta meningkatkan keterampilan hingga meningkatkan kapasitas usaha untuk mencapai masa depan yang mandiri dan sejahtera melalui program RISE. Kami berharap program ini dapat membangun dan meningkatkan kapabilitas usaha mikro-UKM sehingga dapat memberikan dampak positif bagi komunitas di sekitarnya,” kata  Esti.

Ia menjelaskan, dengan peningkatan kapabilitas usaha, para penyandang disabilitas bukan hanya dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi sesama komunitas penyandang disabilitas tetapi juga dapat mempekerjakan orang lain, termasuk dari masyarakat marjinal di sekitarnya sehingga dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat di sekitarnya. 

"Dalam pelaksanaan program ini, Maybank Indonesia dan Maybank Foundation menjalin kemitraan dengan People Systems Consultancy,"ujarnya.

Branch Manager Maybank Indonesia, KC Induk Medan, Laury Anita Sembiring menuturkan, pada awalnya, program RISE dilaksanakan di Malaysia sejak September 2014 dan berhasil mencapai kesuksesan, dengan membukukan 411,7% rata-rata kenaikan pendapatan dari 40 peserta terbaik dalam periode 6 (enam) bulan yang berakhir April 2015. 

Pada saat itu, program RISE telah diikuti lebih dari 1.300 peserta di Malaysia kemudian pada 2016 mulai dikembangkan ke regional, termasuk ke Indonesia dan Filipina.

Program RISE merupakan program pembinaan kewirausahaan (entrepreneur mentorship) kepada para penyandang disabilitas, yang bertujuan untuk membangun dan meningkatkan kapabilitas usaha mikro-UKM sehingga dapat memberikan dampak positif bagi komunitas di sekitarnya.

Program RISE menerapkan metode pelatihan 3 (tiga) hari. Setelah itu dilanjutkan dengan program mentoring terstruktur kepada para penerima manfaat selama 3-6 (tiga-enam) bulan. Selama masa pelatihan, para peserta penyandang disabilitas dibekali dengan pengetahuan pengelolaan keuangan, strategi pemasaran dan perubahan pola pikir (mindset). Selanjutnya, dalam masa mentoring, para peserta akan didampingi mentor secara personal dalam upaya meningkatkan pendapatan dan kapasitas usaha, yang pada akhirnya bertujuan meningkatkan taraf hidup para penyandang disabilitas.

Pelatihan RISE di Medan diikuti 75 penyandang disabilitas yang memiliki beragam lini usaha, mulai dari berjualan koran, usaha katering, pedagang warung/toko, jasa perbaikan elektronik, perajin genting, penjahit, pengepul barang bekas bahkan di antara peserta juga ada yang belum memiliki usaha namun mempunyai keinginan kuat untuk membuka usaha kecil-kecilan. (SIONG)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 12.87 km/h

  • 11 Dec 2018 28°C 22°C
  • 12 Dec 2018 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px