Log in

DPRDSU Akan Panggil Pemegang Saham Bank Sumut


Soal Laba Tertahan Rp275 Miliar

Medan-andalas DPRD Sumut melalui Komisi C akan memanggil pemegang saham Bank Sumut terkait persoalan laba tertahan yang merupakan milik Pemprovsu, Pemko dan Pemko sebesar Rp275 miliar, karena dana sebesar itu tertonggok di Bank Sumut tidak memiliki payung hukum.

Hal ini dinyatakan dalam rapat dengar pendapat Komisi C DPRD Sumut dengan Direksi Bank Sumut, dipimpin ketua komisi Khairul Anwar didampingi wakil ketua dan sekretaris komisi, Zeira Salim Ritonga dan Hanafiah Harahap, Selasa (4/8) di gedung dewan.

"Uang Pemprovsu dari hasil laba yang dibagikan tidak disetor ke kas daerah selama tiga tahun dan tidak dicatat dalam APBD Sumut, sehingga dewan mempertanyakan dana sebesar Rp275 miliar dicatat sebagai apa dan tidak mengalir keuntungan ke Pemprovsu selaku pemilih saham terbesar di Bank Sumut.

Pemanggilan terhadap pemegang saham merupakan kesimpulan rapat setelah mengakomodir pendapat dan usulan beberapa anggota komisi yaitu Yulizar P Lubis, Eddi Rangkuti, Meilizar Latief dan Muchrid Coki Nasution, karena laba Bank Sumut sejak 2015 hanya tercatat sebagai laba tertahan di Bank Sumut.

Menurut Zeira Salim Ritonga, laba tertahan yang tercatat di Bank Sumut mencapai Rp275 miliar, yaitu di tahun 2015 laba tertahan Rp71 miliar lebih, tahun 2016 Rp101 miliar lebih, tahun 2017 laba tertahan Rp102 miliar lebih. "Harusnya laba yang diperoleh Bank Sumut merupakan deviden disetor setiap tahun ke kas daerah, bukan ditahan di Bank Sumut sebagai laba tertahan," ujarnya.

Laba tertahan itu, kata Zeira Ritonga, ternyata hasil keputusan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) dan bukan kesalahan Direksi Bank Sumut, tapi kesalahan dari pihak owner yaitu Gubsu yang melakukan pembiaran bahwa dana Rp275 milyar itu dicatat dalambakun laba tertahan. Namun di Pemprovsu menjadi penyertaan modal yang tidak memiliki payung hukum, karena perda penyertaan modal sudah tidak berlaku lagi.

"Menjadi pertanyaan besar, kenapa Pemprovsu selaku pemegang saham Bank Sumut terbesar membiarkan deviden itu jadi laba tertahan selama bertahun-tahun. Padahal dalam UU No 23 tahun 2014 tidak dibenarkwn lagi laba tertahan. Jadi uang Rp275 miliar itu tidak bertuan akibat penempatan yang ilegal," tandasnya.(UJ)

26°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 85%

Wind: 6.44 km/h

  • 13 Nov 2018 29°C 23°C
  • 14 Nov 2018 26°C 22°C

Banner 468 x 60 px