Log in

Capaian PAD Medan 2018 Sangat Rendah


Medan-andalas Sejumlah fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan menyoroti rendahnya capaian Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam merealisasikan target pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2018.

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) misalnya, menilai capaian PAD 2018 merupakan yang terendah direalisasikan Pemko Medan dalam kurun sepuluh tahun terakhir. Padahal Medan merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia dan memiliki potensi sumber PAD yang sangat besar.

“Capaian sektor pajak daerah sangat memalukan dan tidak bisa diterima,” tegas Nasir saat membacakan pemandangan umum Fraksi PKS pada rapat paripurna terkait Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Pelaksanaan APBD Medan Tahun 2018, di Gedung DPRD Medan, Senin (24/6).

Dalam LPj Pelaksanaan APBD Medan 2018 disebutkan, realisasi pendapatan dari sektor retribusi daerah hanya sebesar Rp85,20 miliar atau hanya 33,97 persen dari target sebesar
Rp250,84 miliar.

“Seluruh pos pendapatan dalam sektor retribusi daerah tidak ada satupun yang mencapai target. Hal ini menunjukkan Pemko Medan melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di sektor ini tidak bekerja. Kami minta agar kepala dinas terkait dievaluasi saja,” kata Nasir.

Melihat pencapaian ini, Fraksi PKS juga minta penjelasan mengapa hal ini bisa terjadi serta apa langkah-langkah Pemko Medan untuk memperbaikinya. Selain dari sektor pajak daerah, pendapatan dari pos retribusi parkir tepi jalan umum juga hanya terealisasi sebesar Rp19,71 miliar atau 45 persen dari target sebesar Rp43,81 miliar.

“Kami sebelumnya telah mengungkap potensi retribusi parkir tepi jalan umum yang mencapai Rp100 miliar setiap tahun. Bahkan kami pernah mengusulkan agar Medan menerapkan sistem e-parking untuk seluruh parkir tepi jalan umum. Namun Pemko Medan enggan untuk menerapkan. Kami minta penjelasannya mengapa pendapatan dari pos ini sangat rendah,” bilangnya.

Fraksi PKS juga menyoroti pencapaian pendapatan dari pos izin mendirikan bangunan yang hanya sebesar Rp25,75 miliar atau 17,43 persen dari target sebesar Rp147,74 miliar. “Jika pencapaian ini kita jadikan indikator pembangunan gedung bangunan di Kota Medan, hal ini menunjukkan bahwa volume pembangunan gedung di Kota Medan sangat kecil sekali, baik itu pembangunan rumah, kompleks perumahan, rumah toko, kompleks pertokan maupun gedung bertingkat. Namun, jika kita telisik lebih dalam bahwa pembangunan oleh pihak pengembang terus berjalan seperti biasa dan tidak mengalami penurunan. Maka, kami minta penjelasan mengapa capaian PAD dari pos ini sangat rendah sekali,” singgungnya.

Sorotan senada juga disampaikan Fraksi Partai Demokrat melalui juru bicaranya Parlaungan Simangungsong. Fraksi tersebut menilai Pemko Medan masih memiliki kelemahan dalam upaya merealisasikan PAD.

“Beberapa kelemahan yang kami amati adalah pos penerimaan bagi hasil pajak yaitu dari pemerintah daerah. Begitu juga penerimaan PAD khususnya retribusi daerah. Secara khusus kami juga menyoroti turunnya penerimaan pajak reklame dan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan dibandingkan tahun anggaran 2017. Apa yang menjadi penyebabnya, mohon dijelaskan,” ungkapnya.

Fraksinya mendorong Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) agar memberikan perhatian tersendiri dan mengamati faktor penyebab penurunan beberapa pos penerimaan pajak dan retribusi daerah.

“Berkembangnya pusat pertumbuhan sebagai pusat konsentrasi kegiatan dan kemasyarakatan, tentu memberikan pengaruh besar dalam mendorong berkembangnya potensi pajak dan retribusi daerah,” imbuhnya.

Mereka juga menyoroti realisasi PAD dari PD Pembangunan dan PD Rumah Potong Hewan. Sebab, sampai saat ini tidak terlihat langkah Pemko Medan untuk menyikapi hal tersebut. “Setiap laporan pertanggungjawaban dari tahun ke tahun tetap nihil,” bebernya. (THA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px