Log in

Bulog: Persediaan Beras Di Aceh Mencapai 23.000 Ton

Kadivre Bulog Aceh Sabaruddin Amrullah (kedua kanan) berdioalog dengan Kepala LKBN Antara Biro Aceh Azhari (kanan) di Kantor LKBN Antara Biro Aceh di Lampineung, Banda Aceh, (21/2). Kadivre Bulog Aceh Sabaruddin Amrullah (kedua kanan) berdioalog dengan Kepala LKBN Antara Biro Aceh Azhari (kanan) di Kantor LKBN Antara Biro Aceh di Lampineung, Banda Aceh, (21/2).

Banda Aceh-andalas Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Aceh mencatat persediaan beras di gudang perusahaan daerah tersebut mencapai 23.000 ton atau cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga enam bulan mendatang.

"Stok yang ada di gudang kita saat ini sangat aman dan cukup untuk memenuhi permintaan pasar termasuk untuk program Bansos Rastra," kata Kadivre Bulog Aceh Sabaruddin Amrullah di sela kunjungan ke Kantor Perum LKBN Antara Biro Aceh di Banda Aceh, Kamis (21/2).

Di sela silaturrahim dengan Kepala Perum LKBN Antara Biro Aceh, Azhari, Sabaruddin menjelaskan kebutuhan beras di provinsi tersebut setiap bulannya sekitar 3.500 ton untuk kebutuhan Bansos Rastra dan keperluan lainnya.

"Persediaan tersebut juga untuk memenuhi permintaan pasar serta operasi pasar dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga beras di pasar," kata Sabaruddin.

Pihaknya terus memastikan persediaan beras yang ada di gudang perusahaan milik pemerintah tersebut cukup tersedia guna memenuhi kebutuhan operasional perusahaan tersebut khususnya.

"Kami juga terus memastikan stok yang ada mampu memenuhi kebutuhan pangan untuk beberapa bulan mendatang," katanya.
Menurut dia, persediaan yang ada di gudang perusahaan plat merah tersebut merupakan hasil pengadaan yang dilakukan Perum Bulog Aceh dari hasil panen petani di daerah setempat.

Pihaknya berharap masyarakat di provinsi ujung paling barat Indonesia itu tidak khawatir sebab persediaan beras yang ada saat ini sangat aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan pasar.

Pasar Murah
Sabaruddin juga mengatakan, Perum Bulog Divre Aceh menargetkan penjualan beras pada operasi pasar cadangan beras pemerintah (CBP) yang digelar perusahaan tersebut dapat mencapai 10 ribu ton hingga 31 Mei 2019.

"Insya Allah kita akan bekerja maksimal dengan tim di lapangan dengan melibatkan pedagang besar dan juga pengecer guna mengoptimalkan operasi pasar ini," katanya.

Ia menjelaskan sejak diluncurkan program operasi pasar CBP di provinsi ujung paling barat untuk tahun 2019, penjualan selama operasi pasar CBP tersebut telah terealisasi sebanyak 2.300 ton beras di Aceh.

"Kami juga telah mengintruksikan seluruh Bulog di Kabupaten/kota di Aceh agar dapat mengoptimalkan operasi pasar dalam upaya memberikan kesempatan masyarakat mendapatkan harga beras yang terjangkau," katanya.

Ia mengatakan penyelenggaraan pasar murah yang digelar oleh pemerintah yakni melalui Perum Bulog tersebut juga bagian menjaga harga beras di pasaran tetap stabil dan tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan.

"Artinya, masyarakat tidak perlu khawatir terkait harga beras sebab Bulog siap menyiapkan beras sesuai dengan permintaan pasar," katanya.

Ia menambahkan untuk kebutuhan operasi pasar CBP yang berlangsung di provinsi berpenduduk sekitar lima juta jiwa itu, Perum Bulog Divre Aceh menyatakan siap untuk memasok sesuai permintaan pasar. (ANT)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px