Logo
Print this page

BI Sumut Ajak Masyarakat Merawat Uang


Sampaikan Kuliah Umum di FEB Unpab

Medan-andalas KepalaPerwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Arief Budi Santoso mengajak masyarakat menjagadan merawat uang rupiah dengan sebaik-baiknya. Pasalnya, biaya mencetak uang kertastergolong tinggi, karena adanya biaya pengamanan-pengamanan yang cukup mahal.

“Dari sisipengamanan, uang rupiah termasuk paling aman di dunia, sehingga biaya cetaknyapun mahal. Oleh karena itu kepada masyarakat diminta jangan menyimpan uangsembarangan, karena akan cepat lusuh.

Kalau sudah lusuh masa edarnya tentusingkat, dan perlu biaya untuk mencetak uang kembali,” kata Arief saatmenyampaikan kuliah umum di depan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)Universitas Pembangunan Panca Budi (Unpab) di ruang seminar Gedung A, Kampus Tamaddun Mandiri, Jalan Gatot Subroto km 4,5 Medan, Senin (27/2). 

Dalam kuliahumum bertajuk “Kebansentralan dan Sosialisasi Uang Rupiah Tahun Emisi 2016” itudihadiri Rektor Unpab Dr HM Isa Indrawan SE, MM, Rektor I Ir Bhakti AlamsyahMT, PhD, Rektor III Samrin SE, MM, Direktur Program Pascasarjana Unpab Drs HKasim Siyo MSi, PhD, dan Dekan FEB Unpab Drs Anwar Sanusi MSi, Ketua ProdiEkonomi Pembangunan Saimara Sebayang SE, MSi, Kepala Bidang Student AdvisoryCenter (SAC) Unpab Dharma Tuah Putra Nasution SE, MM, dosen FEB Abdi SetiawanSE, MM, para dosen dan ratusan mahasiswa FEB Unpab.

Arief menggambarkan, betapa uang kertas di Indonesia terlalu cepat lusuh sehinggamasa edarnya terlalu singkat. Bermula dari BI mendistribusikan uang baik lewatbank maupun langsung ke masyarakat.

Lalu, bank-bank menyalurkan uang kemasyarakat. Kemudian masyarakat memanfaatkan uang untuk jual-beli atautransaksi, dan sebagian uang lagi yang masuk ke bank untuk ditabung.  

Selanjutnya,kata Arief, oleh bank sebagian uang dikembalikan ke BI. Uang yang dikembalikanke BI dicek lagi, apakah masih layak edar atau tidak. Kalau layak edar, disetorkanlagi ke bank-bank untuk didistribusikan kembali ke masyarakat.

“Ternyata, rata-ratauang yang disalurkan ke masyarakat hanya dua kali edar, karena uang sudah lusuh. Artinya, masyakat Indonesia belum bisa merawat uang dengan baik,” tutur mantanKepala Perwakilan BI Yogyakarta ini. 

Karenanya, dia menganjurkan masyarakat untuk membudayakan sistem pembayaran non tunai, diantaranya cek, uang elektronik, dan kartu pembayaran seperti kartu ATM dan kartukredit.

Namun diam mengingatkan, kartu kredit bukan digunakan untuk mengkredit,melainkan sebagai alat pembayaran yang ditunda. 

Saat ini, kata Arief, dikenal dengan uang elektornik (e-money) yang sifatnya untuk transaksi yang kecil-kecil tapi sering, seperti pembayaran tol dan parkir ,karena di dalam kartu uang elektronik maksimal hanya Rp1 juta.

Dalam kesempatan itu, Kepala Divisi Sistem Pembayaran BI Perwakilan Sumut, Putra, meluruskan informasi yang tidak benar pasca penerbitan uang baru yang memuat 12 pahlawan nasional tersebut sepertigambar palu arit. 

Gambar tersebut, katanya, bukan palu arit, melainkan salah satu sistem pengamanan uangyang disebut dengan rectoverso. Di semua mata uang negara lain juga adapengamanan rectoverso tersebut. Pada rupiah, rectoverso-nya berbentuk lambangBank Indonesia. 

"Gambaryang dipersepsikan sebagian pihak sebagai simbol palu arit merupakan logo Bank Indonesia yang dipotong secara diagonal sehingga membentuk ornamen yang tidakberaturan dan itu merupakan teknik pengamanan rectoverso atau gambar salingisi," tandas dia.

Sebelumnya,Rektor I Unpab Bhakti Alamsyah saat membuka kuliah umum itu, memaparkan sekilas tentang Unpab. Menurutnya, Dikti telah mendaulat Unpab sebagai PTS terbaik diSumut. Ini modal Unpab untuk mencapai cita-cita luhurnya, yakni pada saat inisedang menjalankan
pembangunan organisasi, lalu pada 2019 memasuki strata limauntuk masuk pada pergaulan nasional dan internasional. 

“Danendingnya pada 2033 Unpab akan memasuki kelas dunia atau world class university,”kata
mantan Dekan Fakultas Teknik Unpab ini. 

Salah satukomponen memasuki universitas berkelas dunia, tambahnya, adalah mahasiswa. Dalam hal ini, mahasiswa akan diberi pengetahun di luar-luar jam kuliah. “Practicalsains adalah harga mati bagi Unpab. Artinya mahasiswa tidak hanya diberikanteori-teori, tapi juga praktik-praktik,” tandasnya. (HAM)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
Info Pemasangan Iklan Online

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com