Log in

Berat Pupuk Organik Subsidi Berkurang

Dua petani sayur mayur sedang mambuat laporan di SPKT Polres Tanah Karo Kabanjahe, tentang beredarnya pupuk bersubsidi yang tidak sesuai berat per zak nya, Rabu (1/3). (andalas/natanael tarigan) Dua petani sayur mayur sedang mambuat laporan di SPKT Polres Tanah Karo Kabanjahe, tentang beredarnya pupuk bersubsidi yang tidak sesuai berat per zak nya, Rabu (1/3). (andalas/natanael tarigan)

Tanah Karo-andalas Para petani yang berada di Tanah Karo merasa resah atas beredarnya pupuk organik subsidi pemerintah yang mengalami penyusutan beratnya
per zak. Pupuk organik petroganik yang dibeli masyarakat di kios-kios pupuk mengalami penyusutan antara 5 kg-6 kg /zak.

Hal itu terungkap saat, Jeffrison Ginting, SE, (46) petani sayur mayur asal Desa Singa, membuat laporan ke Polres Tanah Karo tentang Perlindungan konsumen, sebagaiman tertulis dalam surat tanda penerimaan laporan nomor : STPL/186/III/2017/SU/Res T.Karo, tertanggal 1 Maret 2017.

Dikatakan Jeffri bahwa saat dirinya membeli pupuk organik subsidi di salah satu kios pupuk di Kabanjahe pada Selasa (28/2) kemarin, ternyata setelah di timbang beratnya mengalami penyusutan seberat 5 kg/zak. “seharusnya berat pupuk organik bersubsidi itu 40 kg/zak, tapi setelah ditimbang beratnya hanya 35 kg/zak,”keluhnya.

Karena berat pupuk bersubsidi itu berkurang, dirinya merasa dirugikan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Tanah Karo. “semoga pemerintah dan aparat penegak hukum segera meninjau ke lapangan atas beredarnya pupuk bersubsidi organik tersebut,”harapnya.

Kerugian yang sama juga dialami Natanael Tarigan (32) petani sayur mayur asal Desa Tigapanah, sebagaimana tertulis dalam surat tanda penerimaan laporan nomor : STPL/185/III/2017/SU/Res T.Karo, tertanggal 1 Maret 2017.

Diungkapkan Natanael bahwa dirinya juga mendapatkan berat pupuk organik subsidi yang tidak benar. “pupuk organik subsidi yang saya beli di salah satu kios di Kabanjahe juga tidak sesuai beratnya. Seharusnya beratnya 40 kg/zak, tapi setelah ditimbang ternyata hanya 35 kg/zak,”ujarnya seusai memberi keterangan di ruang resum Polres Tanah Karo, Rabu (1/3).

Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada Kapolres Tanah Karo, AKBP Rio Nababan via selulernya, Rabu (1/3) membenarkan bahwa pihaknya ada menerima laporan masyarakat tentang permasalahan pupuk organik bersubsidi tersebut. “masih dalam proses riksa para saksi pelapor pak. Kami akan tetap proses dan kembangkan terus kasus ini sampai maksimal,”jawabnya singkat. (NT)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 92%

Wind: 6.44 km/h

  • 22 Sep 2018 27°C 22°C
  • 23 Sep 2018 30°C 21°C

Banner 468 x 60 px