Log in

Bank Sampah Pelita Butuh "Bapak Angkat"

Bank Sampah Pelita saat mengumpulkan sampah dari nasabah. Bank Sampah Pelita saat mengumpulkan sampah dari nasabah.

Medan-andalas Bank Sampah Peduli Lingkungan Kita (Pelita) GKPI Resor Khusus Griya Martubung yang beroperasi sejak tujuh bulan lalu, saat ini sudah memiliki 29 orang nasabah. Bank ini menampung berbagai jenis sampah yang masih memiliki nilai ekonomis dari warga yang menjadi nasabahnya.

Untuk botol plastik air mineral misalnya, bank tersebut mematok dengan harga Rp8.500 per kilogram, kaca Rp500 per kilogram, sepatu bekas Rp300 per kilogram. Sementara untuk logam dan besi harganya lebih mahal lagi.

Dalam perjalanannya selama ini, Bank Sampah Pelita mendapat dukungan dari United Evanglical Mission (UEM) Asia dalam bentuk memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik atau kompos. Sementara dari Bank Sampah Induk Induk Sicanang, Bank Sampah Pelita mendapatkan dukungan dalam bentuk pendidikan cara pemilahan sampah.

Direktur Bank Sampah Pelita Junita Parapat didampingi Sekretaris Ida Siagian dan Bendahara R Silitonga, Selasa (25/6), mengakui bank sampah yang mereka kelola masih sangat membutuhkan dukungan dan bantuan dari berbagai pihak untuk menjadi "bapak angkat."

Terutama dalam hal ini Pemko Medan, termasuk dukungan dan bantuan dari para donatur yang memiliki kepedulian terhadap masalah lingkungan khususnya dalam hal penanganan sampah.

"Salah satu tujuan berdirinya Bank Sampah Pelita adalah terwujudnya masyarakat yang peduli terhadap lingkungan bersih dan secara khusus sampah baik organik maupun nonorganik dapat dimanfaatkan. Kemudian membuat perubahan perilaku warga supaya tidak membuang sampah sembarangan tapi sampah dapat menjadi rupiah," jelas Junita.

Menurut dia, Kota Medan selama ini dijuluki kota kotor sehingga masyarakat harus didorong untuk bersama-sama terlibat dalam gerakan tidak lagi membuang sampah sembarangan, sehingga salah satu upayanya adalah dengan didirikannya Bak Sampah Pelita ini.

"Atas dukungan UEM Asia diwakili Bidang Hukum Sophia Anggraita dan Bank Sampah Induk Sicanang, maka Bank Sampah Pelita dapat beroperasi dengan cara mengumpulkan sampah masyarakat agar lingkungan di Griya Martubung khususnya bersih," ujarnya.

Direktur Bank Sampah Induk Sicanang Armawati Chaniago sangat mendukung gerakan Bank Sampah Pelita. Kedua bank sudah menjalin kerja sama dan menampung sampah yang dihasilkan anggota. "Sampah yang dikumpulkan nasabah Bank Sampah Pelita ditukar dengan rupiah dan uangnya dapat diambil kapan saja," ungkapnya. (DP)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px