Log in

Aceh Utara Berpotensi Kembangkan Kebun Nilam

Dr Saifullah dari LPPM Universitas Syiah Kuala memberikan materi FGD di Oproom Setdakab Aceh Utara. andalas/mulyadi Dr Saifullah dari LPPM Universitas Syiah Kuala memberikan materi FGD di Oproom Setdakab Aceh Utara. andalas/mulyadi

Lhokseumawe-andalas Nilam Aceh berperan penting dalam sistem perindustrian parfum dunia. Sejarah tentang nilam Aceh sendiri sudah berumur ratusan tahun sehingga tidak boleh diabaikan atau dipinggirkan.

Hal itu dikatakan Dr Saifullah dari LPPM Universitas Syiah Kuala sebagai pemateri FGD dalam rangka mengembangkan inovasi pembangunan di daerah yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Selasa (5/11).

Ia menyebutkan, Kabupaten Aceh Utara sebenarnya memiliki potensi untuk mengembangkan perkebunan nilam. Industri parfum dunia di Perancis sangat memerlukan pasokan nilam sebagai pengikat parfum.

“Sebenarnya Aceh Utara sudah membuat roadmap sejak tahun lalu. Secara dokumen tim peneliti Aceh dari Unsyiah sudah selesai.  Yang diperlukan adalah bagaimana action untuk langsung mengembangkan Sida di Aceh Utara. Perlu ada gerak cepat agar hasil dari inovasi nilam ini bisa menjadi produk unggulan dan memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Saat ini sudah ada patokan harga  minimal yang dibuat untuk mencegah rusaknya harga minyak nilam akibat permainan mafia. Harga jual minyak nilam dipatok minimal Rp500 ribu per kilogram. Patokan harga ini dibuat dengan sistem yang aman dari pengaruh kartel, karena selama ini pengaruh tersebut sudah merusak harga dan membuat petani nilam terpuruk.

“Dengan harga minimal tersebut maka petani dapat menghasilkan Rp90 juta per hektare dengan 15 ribu (batang) tanaman jika dikerjakan sendiri oleh petani dan akan menghasilkan Rp70 juta sekali panen dengan waktu panen per delapan bulan. Selama ini yang mempermainkan harga minyak nilam Aceh adalah sistem kartel dan mafia yang hidup di Medan, dan tidak ada yang membela sehingga nasib petani Aceh terus berada di bawah bayang-bayang pengaruh orang lain,” jelasnya.

Dirinya mengharapkan, Pemerintah Aceh Utara harus memiliki langkah yang tepat dan cepat dalam mengembangkan inovasi, karena dengan pola inovasi inklusif yang melibatkan petani akan semakin meningkatkan kesejahteraan dan transfer teknologi kepada masyarakat.

Kegiatan FGD yang digelar di Oproom Setdakab Aceh Utara mengusung tema “Diseminasi Road Map Sistem Inovasi Daerah (Sida) Kabupaten Aceh Utara 2019” dihadiri Kepala Bappeda Aceh Utara, Kepala Dinas Perkebunan, Perternakan, dan Kesehatan Hewan, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM, Kepala Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja Aceh Utara, Camat Nisam Antara, Camat Kuta Makmur, Camat Simpang Kramat, kelompok tani, serta LSM di Aceh Utara. (MUL)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px