Log in

5-7 Juli, Festival Bunga dan Buah di Berastagi

Salah satu peserta mobil hias Festival Bunga dan Buah saat gelaran yang sama beberapa tahun lalu di Berastagi. andalas/robert tarigan Salah satu peserta mobil hias Festival Bunga dan Buah saat gelaran yang sama beberapa tahun lalu di Berastagi. andalas/robert tarigan

Berastagi-andalas Kabupaten Karo memiliki objek wisata yang menarik, mulai dari alam pegunungan, Sinabung “Volcano Park”, pemandian air panas (hot spring), Air Terjun Sipiso-Piso, danau, hutan, dan lainnya.

Dua sektor yang menjadi andalan daerah itu, yakni pertanian dan pariwisata. Sebagai bentuk apresiasi kepada petani, sekaligus upaya mempromosikan potensi pariwisata, Pemkab Karo berencana kembali menggelar Festival Bunga dan Buah (Fruit & Flower), 5-7 Juli 2019 di Open Stage Taman Mejuah-Juah, Berastagi.

Pelaksanaan Festival Bunga dan Buah tahun ini akan ditekankan pada upaya mempromosikan atau memperkenalkan segenap potensi pertanian dan pariwisata untuk menjadi daya tarik wisatawan, selain memperkenalkan industri ekonomi kreatif, budaya, dan kearifan lokal lainnya.

Selain itu tentunya sebagai salah satu sarana pelestarian budaya Karo sekaligus filter terhadap budaya asing yang dapat mengikis nilai-nilai budaya lokal.

Hal itu diutarakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo melalui Kabid Pengembangan Pemasaran Pariwisata, Bartholomeus Barus SSTP, saat bincang-bincang dengan andalas, Jumat petang (17/5) di Berastagi.

“Selama ini, Kabupaten Karo tidak hanya menarik wisatawan nusantara, tapi juga mengundang animo turis asing. Kita upayakan, semua daya tarik yang ada di Kabupaten Karo ditampilkan dan dieksplore secara kreatif dan optimal,” ujarnya.

Diharapkan, sambung Bartholomeus Barus, kerja sama dan kolaborasi sinergis antara pemerintah daerah, pihak  swasta, pelaku wisata, dan masyarakat dalam mengembangkan sektor pariwisata Kabupaten Karo, dapat memberikan dampak signifikan terhadap daya tarik wisatawan, yang pada gilirannya akan meningkatkan pendapatan asli daerah, pendapatan masyarakat, dan berkontribusi pula terhadap peningkatan devisa negara.

Bartholomeus menjelaskan, pada dasarnya konsep penyelenggaraan Festival Bunga dan Buah tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya tidak jauh berbeda. Namun, kali ini pihaknya sedikit menambahkan beberapa konsep baru. Seperti pengadaan Kampung Kopi, Kampung Bunga, Camping Ground, serta Fun Gowes.

Kopi Karo
Menurutnya, dari beberapa tanaman primadona yang ada di Kabupaten Karo, kali ini Pemkab memberikan ruang lebih bagi tanaman kopi. Bukan sekadar pemilihan yang asal, kopi dipilih jadi unggulan dikarenakan saat ini kopi asli dari Karo mulai banyak digandrungi oleh penikmat minuman berwarna hitam itu.

“Bahkan kopi sudah menjadi minuman favorit kaum muda. Saat ini, banyak kita temui kafe–kafe di Kabupaten Karo, khususnya di kota wisata Berastagi maupun di Kabanjahe yang menjadi tempat nongkrong kaum muda, dengan menu andalan kopi karo," ungkapnya.

Pada pameran dan pawai nanti, seluruh buah-buahan dan hasil bumi akan ditampilkan, tapi khusus kopi akan punya tempat tersendiri. "Kopi karo sedang naik daun dan mulai menjadi gaya hidup dan pengusaha kopi juga semakin banyak. Makanya kami lebih unggulkan dan tonjolkan kopinya," ungkapnya.

Tentu saja dengan adanya tren minum kopi ini, banyak pihak yang terbantu terutama dari sisi bisnis dan industri. Banyak orang yang berani membuka usaha makanan dan minuman, dengan kopi sebagai salah satu menu andalan.

"Dari sisi petani pun banyak yang disejahterakan mengingat kualitas dan pamor biji kopi karo yang mulai dilirik pengusaha kopi kelas dunia," tutur Bartholomeus.

Para peserta yang akan meramaikan festival wisata tahunan tersebut tak hanya dari Kabupaten Karo saja, tetapu juga akan mengundang daerah-daerah tetangga seperti Medan, Deli Serdang, Binjai, Langkat, dan khususnya daerah sekawasan Danau Toba.

"Bahkan Pemerintah Kota Tomohon yang sukses menggelar Tomohon International Flower Festival juga akan kita undang," sebut Bartholomeus.

Sekadar mengingatkan, Presiden RI Megawati Sukarnoputri pernah meresmikan Pesta Budaya Mejuah-juah, Bunga, dan Buah tahun 2003 bertempat di Open Stage Mejuah-juah Berastagi. Gelaran Festival Bunga dan Buah sempat terhenti beberapa tahun. Bupati Karo Terkelin Brahmana kembali menghidupkan event pariwisata yang dulu sangat populer itu.  (RTA)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px