Log in

Yudi Latif Mundur dari Kepala BPIP

Yudi Latif Yudi Latif

Jakarta–andalas Kepala Pelaksana Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudi Latif, mundur dari jabatannya, Kamis (7/6). Ihwal pengunduran diri dari Kepala BPIP itu disampaikan Yudi Latif melalui akun Facebook-nya. Belum diketahui alasan mundurnya Yudi Latif dari BPIP.

Dalam tulisan yang dia unggah di Facebook, Yudi memberikan judul 'Terima Kasih, Mohon Pamit'. Di bagian akhir tulisannya, Ia mengatakan, transformasi UKP Pancasila menjadi BPIP telah membawa perubahan besar pada struktur organisasi, peran dan fungsi lembaga.

Begitu juga dalam relasi antara Dewan Pengarah dan Pelaksana. Semuanya itu memerlukan tipe kecakapan, kepribadian serta perhatian dan tanggung jawab yang berbeda. Maka dari itu, Ia merasa perlu ada pemimpin-pemimpin baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

"Harus ada daun-daun yang gugur demi memberi kesempatan bagi tunas-tunas baru untuk bangkit. Sekarang, manakala proses transisi kelembagaan menuju BPIP hampir tuntas, adalah momen yang tepat untuk penyegaran kepemimpinan," tulis Yudi Latif di akun Facebook-nya, Jumat (8/6).

Presiden Joko Widodo menghargai keputusan Yudi Latif yang mundur sebagai Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Jokowi mengaku, telah menerima surat pengunduran Yudi Latif Jumat pagi.

 "Saya sangat menghargai, upaya-upaya yang telah disiapkan dalam proses-proses pembentukan UKP-PIP kemudian pindah ke BPIP," kata Jokowi di Rumah Dinas Ketua MPR RI, Jakarta, Jumat (8/6).

Jokowi pun mengungkapkan alasan Yudi Latif mundur dari jabatannya. Adapun Yudi Latif menduduki posisi sebagai Kepala BPIP sejak Februari 2018. Sebelumnya Yudi Latif lebih dulu duduk sebagai Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) sejwk 7 Juni 2017.

"Di dalam surat juga disampaikan bahwa karena ada urusan pribadi, urusan keluarga yang harus lebih diberikan perhatian, beliau mengundurkan diri," kata Jokowi.

Tak lupa, Jokowi juga memuji integritas dan kerja keras yang telah dilakukan Yudi Latif semasa memimpin UKP-PIP sampai menjadi BPIP. "Saya kira kerja keras pak Yudi Latif serta integritas beliau tidak perlu diragukan lagi," kata Jokowi.

Soal pengganti Yudi Latif, Jokowi meminta semua pihak untuk bersabar terlebih dulu. "Wong baru tadi pagi. Nanti," kata Jokowi.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon memuji langkah Yudi Latif mundur dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila. Menurut Fadli, tindakan Yudi mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

"Dia fair. Apa yang dia lakukan itu tindakan yang Pancasilais, menurut saya, mengundurkan diri dari BPIP," ujar Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (8/6).

Menurut Fadli, apa yang dilakukan Yudi Latif sangat bagus. Fadli juga menduga mundurnya Yudi Latif terkait perubahan status BPIP yang sebelumnya hanya unit kerja.

"Sinyal yang diberikan Saudara Yudi Latif ini bagus. Saya apresiasi apa yang dilakukan Yudi Latif," sebut Fadli.
    
Tak Kaget

Pakar hukum tata negara Refly Harun mengaku tak kaget atas keputusan Yudi Latif mundur dari jabatan Kepala?Badan Pembinaan Ideologi Pancasila(BPIP).

"Yudi Latif mundur, saya tak kaget.?Seorang moralis seperti dia tak akan betah berlama-lama di suatu lembaga semacam BPIP yang bagi saya sendiri memang tak dibutuhkan," ujar Refly dalam akun twitter @ReflyHZ, di Jakarta, Jumat.

Refly mengatakan Pancasila harus hidup dari masyarakat secara "bottom up", tidak "top down" dari negara. "Negara cukup memberi contoh baik. Salut Yudi," ujar Refly.

Istana Kepresidenan melalui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai perlu untuk segera mencari figur lain yang memiliki kapasitas setara atau minimal mendekati Yudi Latif sebagai Kepala Badan Pembina Ideologi Pancasila?(BPIP).

"Jadi kita semua tahu, untuk itu memang kalau beliau mundur harus dicarikan figur lain yang kira-kira satu yang kapasitasnya mendekati sama atau sama," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, semua orang tidak meragukan kapasitas Yudi Latif, aktivis dan cendekiawan muda yang lahir di Sukabumi, 26 Agustus 1964 itu.

Kemampuan Yudi menurut Moeldoko, untuk mengarusutamakan Pancasila sangat nyata karena Yudi memiliki latar belakang pemahaman Pancasila yang sangat mendalam.

"Kita lagi kering pemahaman ideologi Pancasila. Kita lebih mengagungkan ideologi lain dan seterusnya. Ini saya pikir sebuah prioritas bagi bangsa," katanya.

Moeldoko sendiri mengaku secara pribadi tidak tahu pasti alasan Yudi untuk mundur dari jabatannya tersebut.

"Secara pribadi saya tidak tahu. Beberapa saat lalu BPIP diskusi bagaimana Pancasila bisa disosialisasikan dengan berbagai metode, kira-kira sebulan lalu," katanya. Ketika itu, kata Moeldoko, tidak ada sama sekali pembahasan mengenai pengunduran diri. "Saya juga kaget," kata Moeldoko. (VN/KPC/DTC/ANT)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

25°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 21 Aug 2018 29°C 22°C
  • 22 Aug 2018 30°C 23°C

Banner 468 x 60 px