Log in

Rullyandi Pecahkan Rekor Jadi Ahli Hukum Termuda


Jakarta-andalas Muhammad Rullyandi menerima piagam dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai saksi ahli hukum tata negara termuda dan paling banyak bersidang di Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, dan Pengadilan Negeri pada usia 31 tahun.

"Saya mendapatkan piagam tersebut langsung oleh Pendiri MURI, Jaya Suprana," kata Rullyandi di Jakarta, Minggu (15/4).

Rullyandi mengatakan dirinya dinilai oleh MURI, karena sebagai ahli hukum tata negara yang sering memberikan keterangan dalam usia relatif muda. Dia mengatakan sebagai saksi ahli pertama sejak usia 27 tahun, ketika itu tahun 2012 di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Menurut dia, hingga saat ini dia telah memberikan keterangan sebagai ahli di pengadilan sebanyak 33 kali. Dosen Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Jakarta, kelahiran 26 Juli 1986 itu menargetkan pada usia 33 tahun memberikan keterangan sebagai ahli sebanyak 100 kali.

Rully diminta keterangan sebagai saksi ahli hukum tata negara oleh sejumlah pihak pada beberapa pengadilan diantaranya di Balikpapan, Kalimantan Timur; Mataram, Nusa Tenggara Barat; Surabaya, Jawa Timur; dan Manado, Sulawesi Utara.

Namun yang terbanyak adalah di Mahkamah Konstitusi dan Pengadilan Tipikor serta Pengadilan Tata Usaha Negara.

Dia mengatakan pertama menjadi saksi ahli itu didorong oleh Prof Otto Cornelis Kaligis (OC Kaligis) yang juga pengacara. Semula dirinya ragu dan kurang percaya diri memberikan kesaksian di pengadilan sebagai ahli karena ahli hukum tata negara yang juga akademisi karena sudah ada diantaranya Refry Harun, Irman Putra Sidin dan Margarito Kamis.

"Berkat dukungan penuh dari Prof OC Kaligis maka saya dapat menjadi ahli hukum tata negara, jika tanpa dia maka saya hanya tetap jadi pengacara," katanya.

Selain dosen, Rullyandi juga adalah pengacara yang bergabung dalam perusahaan hukum OC Kaligis asociates di Jakarta hingga tahun 2016. Dia menambahkan merupakan generasi terakhir yang mendapatkan pendidikan hukum dari OC Kaligis, sedangkan pendahulunya diantaranya Hamdan Zulva, Hotman Paris Hutapea, Amir Syamsuddin.

Pertama kali menjadi ahli dalam sidang di MK pada usia 27 tahun pada tahun 2014, Rully mengaku diminta langsung oleh bosnya, OC Kaligis. "Beliau meyakinkan saya ketika ada perkara di MK, 'Rully saya percaya kamu', itu bahasa dia. Jadi dia minta saya jadi ahli di MK itu umur 27 tahun," kata Rully.

Setelahnya, pria 31 tahun itu mengaku dipercaya OK Kaligis menjadi ahli dalam perkara-perkara berikutnya di MA. Dari pengalaman pertamanya hingga saat ini, Rully yang juga berprofesi sebagai dosen di sebuah universitas swasta di Depok itu mengaku sudah 33 kali menjadi ahli.

"Jadi 3 kali berturut-turut dia yang minta ke saya sampai tragedi OTT anak buahnya tuh itu saya ahlinya. Sebelumnya juga di Pengadilan Tipikor Manado, beliau juga meminta saya untuk jadi ahli. Dari MK, Tipikor, PTUN, praperadilan, pengadilan negeri, PK, sampai di kepolisian," kata Rully.

"Sampai sekarang 33 kali, bahkan perkara dia sendiri itu saya saksinya. Perspektifnya itu hukum tata negara semua jadi disitulah saya mendapat dorongan semangat dari Pak Kaligis karena beliaulah yang meyakinkan saya orang pertama," sambung Rully.

Kini Rully tak lagi bekerja di kantor hukum OC Kaligis semenjak mantan bosnya itu dijerat KPK. Rully mengaku mengabdi di kantor hukum OC Kaligis selama 3 tahun.

"Ya tapi semenjak beliau ketangkap KPK saya bekerja di advokatku, saya kerja di sana dari tahun 2012 sampai 2015, semenjak itulah Pak OCK nonaktif jadi saya bergabung di kantor lain," ucap Rully.

Saat ini Rully bergabung dengan sejumlah pengacara muda dalam bendera "Atvocatku" dan juga bersedia memberikan keterangan ahli di pengadilan sebagai akademisi. (ANT/DCT)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 25 Sep 2018 30°C 23°C
  • 26 Sep 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px