Log in

RS Adam Malik Belum Beri Keterangan


Medan-andalas Pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik (HAM) Medan,  belum dapat memberikan keterangan resminya terkait meninggalnya Anggirlan Nasutuion (11) warga Jalan Pasar IV, Dusun VI, Desa Marindal II, Kabupaten Deli Serdang.

Gadis manis ini meninggal setelah menjalani operasi closure dengan tindakan tutup colostomy di RS milik Kemenkes tersebut, Minggu (26/2) dini hari.

Kepala Sub Bagian Humas RSUP Haji Adam Malik, Masahadat Ginting yang dikonfirmasi, mengatakan penyebab dari meninggal dunianya bocah tersebut dikarenakan sesak napas yang dialaminya.

"Pasien atas nama Anggirlan Nasutuion, usia 11 tahun, peserta KIS, dengan sesak napas, meninggal 26 Februari pukul 02.45 WIB, demikian," katanya kepada wartawan, Senin (27/2) di Medan.

Namun begitu, ia mengatakan, pihaknya juga sudah mengagendakan jadwal untuk memberikan keterangan resmi terkait meninggalnya Anggirlan, yang akan langsung dijelaskan oleh Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) yakni dr Mahyono dan tim, Selasa (28/2) pagi.

Hal ini, lanjutnya, dikarenakan, dokter tersebut sedang memiliki jadwal operasi maka belum bisa menjawab persoalan mengenai apa yang terjadi pada Anggirlan.

"Besok (Selasa-red), akan dijelaskan langsung oleh tim dokternya. Sekarang, dokternya belum bisa," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RS Adam Malik, Mardianto mengatakan jika secara klinis meninggalnya Anggirlan, karena kondisi pasien yang sudah tidak bagus. Secara umum, sebut dia, orangtua pasien sudah diterangkan mengenai kondisi tersebut.

"Pasien memang sudah tidak bagus dan akan direncanakan tindakan lebih lanjut. Tapi kondisi infeksi memperburuk keadaan pasien," katanya.

Sementara itu, Ayah Anggirlan, Adlin Nasution mengatakan, keluarga sangat terpukul atas meninggalnya Anggirlan. Usai dioperasi, Anggirlan menghembuskan nafas terakhirnya.

Diberitakan sebelumnya, sebelum operasi pada Jumat (24/2), Anggi, demikian gadis malang ini dipanggil, terlihat senyum kepada kedua orangtuanya dengan harapan sembuh dan dapat sekolah serta bermain dengan gembira bersama anak seusianya.

"Sebelum operasi pada Jumat (24/2) lalu, Anggi terlihat tersenyum dan selalu menyuruh kami berada di sampingnya. Sampai pada jam 2 siang Anggi dibawa ke ruang operasi," tutur Ayah Anggirlan, Adlin Nasution (35) di rumah duka, Jalan Pasar IV Dusun VI, Desa Marindal II, Kecamatan Patumbak, Deli Serdang, Minggu (26/2) siang.

Usai operasi sekitar pukul 23.00 WIB, Anggi pun dibawa ke ruangan untuk pemulihan. "Usai operasi Anggi dibawa ke ruang pemulihan oleh dokternya dan kami melihat Anggi sudah bisa ngomong. Bahkan Anggi juga menyuruh kami untuk ada di sampingnya," ungkap ayahnya.

Setelah berada di ruang pemulihan, Adlin menuturkan Anggi terlihat sudah mulai berbicara kepada dirinya dan ibunya. Namun, hal itu tidak lama, Anggi sempat mengatakan ia kedinginan. Perawat yang mengetahui hal itu datang melihatnya dan tidak lama, Anggi tertidur.

Tetapi, Sabtu (25/2) pagi, Anggi terlihat menggigil dan tangannya terlihat membiru. Melihat kondisi buah hati mereka, sang ibu panik dan memanggil perawat dan setelah diperiksa, ternyata selang saluran kotorannya masih tertutup. "Itu yang membuat Anggi sempat menggigil," ucap Adlin.

Masih di hari yang sama, sekira pukul 22.30 WIB, Anggi tampak terlihat gelisah dan ngelindur bahkan dirinya sempat memegang wajah kedua orangtuanya. "Pas Sabtu malam itu tiba-tiba Anggi gelisah dan memegang wajah kami. Bahkan ketika ibunya keluar saja Anggi sempat menggoyang-goyangkan kakinya. Tapat pukul 02.45 saya dan ibunya pun terkejut melihat Anggi sudah meninggal dunia," kenang Adlin  dengan mata berkaca-kaca. (YN)

Berita lain dari kategori ini : Hanura Berharap Wagubsu Terpilih Segera Dilantik »

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Mostly Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 19 Sep 2018 31°C 21°C
  • 20 Sep 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px