Log in

PT EMM Nyatakan Keluar dari Aceh


Kamp Dibongkar dalam 24 Jam

Banda Aceh – andalas Massa mahasiswa menggelar aksi menolak izin usaha pertambangan di kantor Gubernur Aceh sejak tiga hari lalu. Kamis (11/4) PT Emas Mineral Murni (PT EMM) menyatakan akan keluar dari Nagan Raya, Aceh, dalam waktu 24 jam. Keputusan ini tertuang dalam surat pernyataan yang diteken di atas meterai.

Surat pernyataan itu dituliskan pada secarik kertas dengan huruf kapital. Di bawahnya terdapat tanda tangan juru bicara PT EMM Dwi Yanto, yang dilakukan di atas meterai Rp 6.000.

Pernyataan ini dibuat dan diteken di depan warga yang berunjuk rasa di kamp pekerja di kompleks PT EMM di Beutong Ateuh, Nagan Raya. Dwi Yanto meneken surat ini dengan meletakkan surat di atas punggung seorang warga.

Setelah surat dibuat, kemudian dibacakan di depan warga. Pembuatan surat pernyataan ini juga disaksikan personel TNI dan polisi yang bertugas berjaga-jaga.
Terpisah, Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menandatangani petisi yang disampaikan pendemo yang menuntut Pemerintah Aceh untuk mencabut izin PT Emas Mineral Murni (EMM) di provinsi setempat.

“Saya Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah siap melakukan gugatan melalui Pemerintah Aceh sebagai bentuk mempertahankan kekhususan Aceh dan membela rakyat,” kata Nova Iriansyah di hadapan ribuan pendemo yang memadati Halaman Kantor Gubernur Aceh, Kamis (11/4).

Dalam petisi tersebut Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah siap menerbitkan rekomendasi pencabutan izin PT EMM dan mengutuk tindakan Pemerintah Pusat yang tidak menghormati kekhususan Aceh yang dihasilkan dari butir butir perdamaian Aceh dengan Indonesia Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah juga siap membuka dan mengecam dalang di balik berdirinya PT EMM di bumi Aceh.

Dalam petisi yang ditandatangani langsung Nova Iriansyah tersebut juga menyatakan dirinya siap turun dari jabatan apabila mengkhianati petisi tersebut.
Petisi yang ditandatangani tersebut akan ditindaklanjuti selama 14 hari.

Koordinator Korps Barisan Pemuda Aceh, Mutawali di hadapan para pendemo meminta kepada Pemerintah Aceh agar dapat menindaklanjuti petisi tersebut selama 14 hari dan apabila tidak ditindaklanjuti maka akan membawa masa yang lebih banyak.

“Jika dalam waktu 14 hari tidak ada tindaklanjut, kami akan kembali dengan massa yang lebih banyak,” katanya.

Demo yang dikawal ketat aparat kepolisian tersebut berlangsung dengan damai dan turut mendampingi Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, Kapolda Aceh, Irjen Pol Rio S Djambak dan Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Achmad Daniel.

Usai Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah menandatangani petisi dan menyanggupi tuntutan, masa membubarkan diri secara tertib dan membersihkan sampah serta bersalaman dengan aparat kepolisian yang telah mengawal demo selama tiga hari tersebut.

Seperti diketahui, demo menolak izin PT EMM berlangsung di kantor Gubernur Aceh di Banda Aceh dan di Nagan Raya. Demo ribuan mahasiswa di ibu kota Provinsi Aceh berlangsung selama tiga hari dan sempat terjadi kericuhan. (DTC/AAC)   

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px