Log in

Proyek di Dinas Peternakan Sumut: Pengadaan Kerbau Rp11,5 M Diduga Dimonopoli


Medan-andalas Dugaan permainan proses tender di Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) belum usai dan masih terus disoroti publik. Anehnya, Dahler Lubis sebagai orang nomor satu di dinas tersebut malah bungkam dan terkesan tiarap.

Namun, elemen masyarakat seakan tak mau berhenti membuka indikasi proses tender yang diduga curang. Terbaru, pengadaan kerbau tahun anggaran (TA) 2018 juga diduga terdapat permainan. Informasi dihimpun, dari tiga paket pengadaan kerbau yang bernilai Rp11,5 miliar, banyak terdapat kejanggalan.

Dalam lelang, identitas perusahaan pemenang pengadaan kerbau lokal untuk 14 kelompok penerima tidak dicantumkan identitas perusahaan apakah berbentuk Comanditaire Venotschap (CV) atau Perseroan Terbatas (PT).

Salah satu contoh, pemenang tender pengadaan kerbau Rp8,4 miliar yang keluar sebagai pemenang hanya disebutkan Dua Telaga Batang Gadis. Tidak diketahui Dua Telaga Batang Gadis itu berbentuk CV atau PT. Lalu, tidak disebutkan alamat perusahaan.

“Mana bisa perusahaan pemenang proyek tidak mencantumkan identitas perusahaan. Apakah dia CV atau PT harus dituliskan,” kata sumber di kalangan rekanan di Medan, Minggu (10/3).

Disebutkan, jika ada perusahaan tidak mencantumkan identitas bisa dikatakan status perusahaan tersebut tidak jelas. “Saat ini sudah era keterbukaan. Jadi tidak ada lagi yang bisa ditutup-tutupi. Semua orang sudah bisa mengakses alamat dan kelengkapan berkas perusahaan. Jadi bagaimana bisa Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemprov Sumut memenangkan perusahaan yang tak jelas statusnya,” ujarnya.

Kemudian soal pengadaan kerbau Murra yang diberikan kepada 1 kelompok penerima di Tapanuli Utara. Kerbau diberikan 16 ekor. Anggarannya Rp520 juta.

“Yang jadi pertanyaan berapa satu ekor harga kerbau. Sekarang masyarakat sudah bisa melihat dari internet berapa pasaran harga kerbau paling besar harganya Rp14 jutaan. Kalau misalnya 16 ekor dikalikan Rp14 jutaan uangnya masih Rp224 juta sementara pengadaanya Rp500 juta lebih,” katanya.

Rekanan tersebut juga mengaku prihatin soal lelang di Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemprov Sumut pemenangnya itu-itu saja. Dalam lelang juga ada beberapa perusahaan selalu ikut dalam tender.

“Saya lihat ada beberapa perusahaan yang selalu ikut lelang. Dalam lelang kecil oknum perusahaan itu kalah. Kemudian lelang lain yang anggarannya lebih besar perusahaan itu menang,” ujarnya.

Sejumlah rekanan menuding lelang di Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut diduga terjadi kongkalikong. Buktinya, ada beberapa perusahaan setiap lelang selalu ikut. Atas kecurigaan tersebut, pihaknya mengaku akan melaporkan permainan tersebut ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KKPU) di Medan dan Kejati Sumut.

“Kita akan laporkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pemprov Sumut, Dahler Sumut panitia Kelompok Kerja (Pokja) ke Kejati,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut Dahler Lubis dikonfirmasi melalui sambungan whatsApp 081262009XXX, Minggu, belum berhasil dimintai keterangan. Pesan yang dikirim juga belum dijawab. (UJ)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px