Logo
Print this page

Polisi Tangkap Aktor Intelektual Kerusuhan Papua


Jakarta – andalas Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Hubungan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan polisi telah menetapkan tersangka baru dalam kerusuhan di wilayah Papua. "Sudah ada ditetapkan tersangka baru, Pak Kadiv (Irjen Pol Muhammad Iqbal) juga sudah menyampaikan atas nama FBK, sebagai tersangka baru," kata Dedi di Mabes Polri, Senin (9/9/2019).

Kendati begitu Dedi tidak menyebut secara lengkap kapan dan di mana penetapan tersangka tersebut dilakukan. Menurutnya, tersangka baru tersebut merupakan aktor intelektual di lapangan saat terjadinya kerusuhan di wilayah Papua.

"Dia masuk ke dalam kategori sebagai aktor intelektual di lapangan, menggerakkan beberapa tokoh yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Papua yang ada di beberapa di jawa maupun yang terkoneksi di Papua juga," bebernya.

Tersangka ditangkap di Papua saat hendak berangkat ke Wamena, namun tidak diketahui pasti kapan penangkapan itu dilakukan. "Dia menggerakkan dari sisi akar rumput, kemudian menggerakkan dari aktor lapangan kerusuhan yang ada di Jayapura maupun di beberapa wilayah di Papua," terangnya.

Dalam menggerakkan masa itu pelaku melakukan secara langsung di lapangan. Namun polisi juga mendalami apakah ia berperan juga melalui media sosial. "Ada langsung, secara direct langsung, melalui komunikasi medsos itu kita sedang dalami semuanya," tukas Dedi.

85 Tersangka

Dedi Prasetyo juga mengatakan, Kepolisian telah menetapkan total 85 tersangka dalam peristiwa gelombang unjuk rasa berujung kerusuhan di Papua dan Papua Barat. Sejauh ini kepolisian telah menetapkan 55 tersangka di Papua dan 30 tersangka di Papua Barat.

Menurut Dedi, ada penambahan tersangka di dua wilayah itu. "Untuk yang di Jayapura jumlah tersangka 31 orang. Kemarin kan 28 orang. Kemudian Timika masih tetap 10 (orang), kemudian untuk Kabupaten Deiyai 14 orang," kata Dedi.

Sedangkan di Papua Barat terjadi penambahan yakni 15 tersangka di Manokwari, 11 orang tersangka dan 11 orang daftar pencarian orang (DPO) di Sorong. Setelah itu ada 3 tersangka dan 8 DPO di Fakfak.

"Untuk Teluk Bintuni 1 tersangka, total untuk Papua Barat ada 30 tersangka," ujarnya. Dedi lebih lanjut menjelaskan mereka yang masuk dalam DPO adalah bagian dari massa yang turut melakukan kerusuhan.

Dari 85 tersangka itu polisi menetapkan FK atau FBK tersangka dengan dugaan berperan sebagai aktor intelektual kerusuhan. Kemudian, polisi juga menetapkan AG tersangka dengan dugaan aktor lapangan.

Dedi menjelaskan FK merupakan mantan ketua BEM Universitas Cenderawasih sedangkan AG juga merupakan anggota BEM Uncen. "AG merupakan sama dengan si FK. Bagian dari pada tim penggerak AMP (Aliansi Mahasiswa Papua) di Jayapura, yang digerakan nanti dari aktor intelektual yang di KNPB," jelas Dedi.

Dari hasil penggeledahan yang dilakukan oleh Polda Papua di Rusun Mahasiswa Uncen, Dedi mengatakan ditemukan sejumlah barang bukti yang diduga dipersiapkan untuk aksi kerusuhan. Barang bukti itu termasuk alat atau senjata tajam seperti anak dan busur panah, parang, kapak, linggis, gir dan sejumlah senjata tajam lainnya. Serta ada beberapa rompi yang dipersiapkan.

Sedangkan terkait tersangka kasus insiden pengepungan Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, Jawa Timur, hingga kini kepolisian telah menetapkan 3 tersangka yakni TS, SA dan AD. AD sebelumnya diketahui telah disangkakan dengan Pasal 28 ayat 2 dan Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

"AD baru. Sama, sebagai buzzer, hanya buzzer saja, dia yang memviralkan beberapa narasi, foto dan video yang sifatnya hoaks," jelas Dedi. Unjuk rasa yang berujung kerusuhan di Papua dan Papua Barat terjadi menyusul dugaan tindakan rasial terhadap mahasiswa Papua di Surabaya pada pertengahan Agustus lalu. Aksi unjuk rasa berujung kerusuhan di Papua dan menyebabkan sejumlah kerusakan fasilitas umum. Pemerintah menyatakan kondisi di Papua dan Papua Barat kini berangsur kondusif. (OKZ/CNNI)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com