Log in

Polisi Dalami Hubungan Hermawan dengan Kelompok Poso


Kasus Pengancaman Penggal Kepala Jokowi

Jakarta – andalas Penyidik Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya mendalami ucapan tersangka Hermawan Susanto alias HS (25) yang akan memenggal kepala Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam video yang tersebar di media massa, HS mengaku berasal dari Poso, Sulawesi Tengah.

Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Ade Ary Syam Indradi, mengatakan pihaknya masih mendalami hubungan HS dengan kelompok di Poso. Meskipun diketahui HS berdomisili di Palmerah, Jakarta Barat.

"Masih didalami (hubungan dengan kelompok Poso)," ujar Ade di Polda Metro Jaya, Senin (13/5). Sementara untuk motif dari pelaku, polisi masih melakukan interogasi secara mendalam terhadap HS.

"Saat ini masih dilakukan pendalaman untuk motif dan latar belakangnya," kata Ade. Sebelumnya, beredar sebuah rekaman video memperlihatkan seorang wanita berdemo di depan Kantor Bawaslu pada Jumat (11/5) kemarin. Dalam video berdurasi 1.34 detik itu terlihat lelaki berjaket cokelat dan berpeci menyerukan supaya memenggal kepala Presiden Joko Widodo.

"Poso siap penggal kepala pak Jokowi," kata pria tersebut dalam video.  "Tersangka dijerat Pasal 104 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP, Pasal 336 dan Pasal 27 Ayat 4 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik karena yang bersangkutan diduga melakukan perbuatan dugaan makar dengan maksud membunuh dan melakukan pengancaman terhadap presiden," kata Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi di Polda Metro Jaya, Senin (13/5).

Kata Ade, pria tersebut diketahui bekerja di sebuah yayasan badan wakaf Al-Qur'an di kawasan Tebet Timur, Jakarta Selatan. Hermawan saat ini masih dilakukan pemeriksaan intensif oleh penyidik. "Tersangka masih dilakukan pendalaman untuk mengetahui motif dan latar belakang (menyerukan ancaman pemenggalan terhadap presiden)," ujar Ade.

'Makar dengan maksud untuk membunuh, atau merampas kemerdekaan, atau meniadakan kemampuan Presiden atau Wakil Presiden memerintah, diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara sementara paling lama dua puluh tahun'.

Sementara itu, Penyidik Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah mengetahui keberadaan wanita yang membuat video ancaman ke Presiden Joko Widodo. Wanita tersebut ikut di polisikan usai video beredar di media sosial.

AKBP Ade Ary mengatakan, wanita itu berinisial A. Saat ini A berada di Sukabumi, Jawa Barat. "Masih didalami, diduga berasal dari Sukabumi, ibu A. Kita sudah koordinasi dengan tim di Sukabumi," kata Ade di Mapolda Metro Jaya, Senin (13/5).

Dalam hal ini, Ade enggan menegaskan apakah A akan ikut dijerat undang-undang pidana atau tidak. Mengingat, katanya, polisi saat ini masih belum menangkap dan memeriksa yang bersangkutan. "Nanti, kan belum kita periksa. Masih dilakukan pendalaman maksud dan tujuan menaikkan video itu," ujarnya. (MC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px