Log in

Poldasu Lakukan Razia Cegah Napi ke Luar


Medan-andalas Menyikapi kaburnya narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas III Hinai, Kabupaten Langkat, Kamis (16/5) siang, Polda Sumut dan jajaran melakukan razia secara ketat.

Pemeriksaan terhadap pengendara dan penumpang umum serta barang bawaan dilakukan di wilayah perbatasan untuk mencegah ke luarnya para napi dari Kabupaten Langkat. "Kita sudah perintahkan anggota di lapangan melakukan razia untuk mencegah kaburnya (ke luar Langkat) para napi itu," ujar Kapolda Sumut,  Irjen Pol Agus Andrianto, Kamis (16/5).

Kata Agus, pihaknya telah berkoordinasi dengan Lapas Narkotika Langkat yang terletak di Jalan Simpang Farm Desa Domba, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, untuk mempermudah pengejaran para napi yang melarikan diri, termasuk identitas dan ciri-cirinya.

"Kita sudah berkoordinasi untuk mendata para napi yang melarikan diri, supaya dapat segera ditangkap kembali," kata Agus. Informasi menyebutkan, pada 16 Mei 2019, sekitar pukul 13.45 WIB di Lapas Narkotika Kelas III Langkat telah dijebol dan dibakar. Sebanyak sekitar 200 napi telah melarikan diri.

"Sedang dihitung berapa yang kabur berapa yang tinggal. Sementara yang sudah kita amankan berjumlah 92 orang," kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto. Kerusuhan di Lapas Hinai sudah berhasil dikendalikan. Para napi sudah kembali ke dalam tahanan. Personel TNI berjaga di titik terdekat dengan Lapas, sementara aparat kepolisian berjaga di ring luar.

Agus mengapresiasi kesigapan petugas yang berhasil mengendalikan situasi di lapangan. Berkat kesigapan anggota di lapangan yang berhasil mengendalikan situasi. Kita berterima kasih kepada personel TNI, dari Marinir, Raider 100, dan Kodim setempat. Pada pukul 17 00 WIB bisa kita amankan warga binaan sudah masuk ke dalam. Sudah terkendali semua," ucap Agus.

Aparat kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi. "Recoveri perbaikan akan kita bahas bersama Kanwil Kemenkum HAM," ucap Agus. Agus mengatakan, pemicu kerusuhan itu buntut napi dan tahanan melawan saat rekannya mendapat tindak kekerasan. "Pemicunya, infonya ada salah satu warga binaan yang membawa sabu-sabu mendapat perlakuan kekerasan petugas Lapas. Mereka melakukan perlawanan sehingga terjadi kerusuhan," kata Agus.

Larikan Motor dan Pakaian Warga

Sementara itu, warga sekitar Lapas Narkoba Hinai mengaku terkejut dengan kerusuhan di penjara itu. Mereka terkejut melihat kejadian sipir dikejar napi. "Agak heran juga, kok polisinya (sipir penjara) yang dikejar napi. Napinya semua gak pakai baju," kata Ani, seorang warga Desa Cempa, Kecamatan Hinai.

Tapi sebagian besar napi itu mengaku tidak ingin kabur. Mereka hanya mencari seorang sipir bernama Agripa. "Ada polisinya yang sembunyi di rumah warga, tapi napinya bilang 'gak apa-apa Pak' kami bukan cari Bapak, kami cari yang mukul teman kami," cerita Ani sembari menirukan ucapan napi.

Sebagian besar napi, termasuk wanita, tampak memang tak ingin kabur. "Santai orang itu membeli sate di jalan sebelum kembali ke sekitar lapas," ucap Ani. Meski sebagian besar tak ingin kabur, duaratusan napi diperkirakan melarikan diri. Beberapa di antara mereka berlarian mencari jalan raya. Dalam upaya itu, ada yang melarikan sepeda motor warga.

"Tadi ada yang mencuri Vario di sana, di sini juga ada, salah satunya sudah tertangkap lagi, mungkin dia nggak tahu jalan," jelas Iwan, warga yang tinggal tak jauh dari gerbang depan Lapas. Iwan juga menjadi korban dalam kerusuhan ini. Pakaian di jemurannya dilarikan napi. "Ada 3 kaus oblong sama 2 jins yang dilarikan," ujarnya. (DA/MC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px