Log in

Pemerintah Akan Pertegas Kewajiban Penyediaan Pelampung


Medan-andalas Pemerintah akan mempertegas kewajiban angkutan transportasi termasuk air untuk menjaga keselamatan penumpang seperti menetapkan jumlah maksimal yang diangkut dan penyediaan pelampung.

"Selain jumlah angka maksimal penumpang dan penyediaan pelampung atau 'life jacket' juga harus ada daftar penumpang," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Medan, Jumat (22/6).

Dia mengatakan itu di sela peninjauan rel sebidang kereta api di Jalan Bilal Medan, memantau arus balik Lebaran dan proyek rel kereta api Bandar Tinggi - Kuala Tanjung, Batu Bara, Sumut.

Menhub menegaskan, aturan itu akan ditetapkan dalam beberapa hari ini. "Pemerintah tidak ingin ada musibah lagi seperti tenggelamnya KM sinar Bangun di Danau Toba," ujarnya.

Budi Karya Sumadi menyebutkan pengawasan akan dilakukan Dinas Perhubungan. Menhub menyebutkan, pascatenggelamnya KM Sinar Bangun, saat ini, tim sedang dalam langkah mengawasi, evaluasi, dan klarifikasi.

Dibantu TNI, katanya saat ini sedang dilakukan pencarian KM Sinar Bangun. Menyoal tentang jumlah penumpang di KM Sinar Bangun, data terakhir yang diterima tim, kata Menhub ada 211 orang.

"Awalnya dinyatakan 141 dan hari ini ada tambahan 70 orang," katanya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut musibah tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba pada 18 Juni lalu lantaran kurangnya disiplin dari penyelenggara serta pengawas angkutan kapal.

"Saya sampaikan bahwa peristiwa yang terjadi kemarin terjadi karena beberapa hal seperti pembangunan fasilitas infrastruktur yang belum menyamakan peningkatan jumlah wisatawan dan kurangnya disiplin dari penyelenggara serta pengawas angkutan kapal," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Luhut menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan mendalam kepada keluarga korban. Ia juga mengaku terus memantau perkembangan di lapangan dan terus berkomunikasi dengan Menteri Perhubungan, Badan SAR Nasional (Basarnas) serta para bupati dan aparat terkait.

"KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) masih melakukan investigasi di lapangan dan kita tunggu hasilnya. Khusus untuk kedisplinan ini, saya setuju dengan langkah Kapolri untuk menindak siapapun yang terbukti bersalah dalam hal ini. Menurut saya hukum harus ditegakkan kepada siapa saja yang melakukan kelalaian pada kecelakaan ini," katanya.

Menurut mantan Menko Polhukam itu, peristiwa seperti itu bukan yang pertama kali terjadi. Terlebih, jika aparat di lapangan dan penyelenggara angkutan mau belajar dari kecelakaan yang terjadi sebelumnya serta disiplin dalam memprioritaskan keamanan penumpang.

Kedisiplinan itu termasuk mengangkut jumlah penumpang tidak lebih dari kapasitas, memperhatikan laporan cuaca dan peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan tidak lalai dalam pengawasan.

Luhut menambahkan, saat ini pemerintah sedang melakukan pembangunan lima dermaga di Danau Toba dan pembenahan fasilitas dermaga.

"Menurut saya pembangunan fasilitas dan infrastruktur di wilayah tersebut mau tidak mau harus mengikuti peningkatan kunjungan wisatawannya. Saya akan datang ke lokasi secepatnya, untuk melakukan evaluasi apa saja yang perlu dilakukan dan diperbaiki," katanya.

Luhut berharap kecelakaan KM Sinar Bangun menjadi yang terakhir dan pelajaran untuk semua pemangku kepentingan untuk meningkatkan layanan transportasi.

Selidiki Over Kapasitas

Polda Sumut telah membentuk tim untuk menyelidiki penyebab tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba. Penyelidikan lebih diintensifkan pada kelalaian nakhoda dan kelebihan penumpang (over kapasitas) kapal yang diperkirakan mencapai 200 orang.  

"Sudah dibentuk tim dalam insiden kapal tenggelam di perairan Danau Toba kemarin. Pihak kepolisian telah mengamankan nakhoda kapal, yakni Tua Sagala (40) warga Desa Simanindo, Samosir," kata Kasubbid Penmas Bid Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan, Jumat (22/6).

Dia mengaku, penyidik Polres Simalungun telah memintai keterangan nakhoda kapal. "Keterangan sudah diambil dari yang bersangkutan, dan perkara ini masih dalam lidik kepolisian apakah ada kelalaian atau yang lainnya,” ujarnya.

Disebutnya, terkait tenggelamnya KM Sinar Bangun tersebut, ratusan personel gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, Dishub, BPBD, Pemkab Samosir/Simalungun dan masyarakat turut serta melakukan pencarian korban yang belum ditemukan.

"Ada tiga ratus lebih personel tim gabungan yang melakukan pencarian dalam insiden ini. Sampai saat ini masih terus dilakukan pencarian," tukasnya.

Sementara ini baru 21 orang penumpang dinyatakan selamat, 3 meninggal dunia dan 185 orang dilaporkan hilang. "Laporan yang kita terima segitu, total penumpang ada 209," pungkasnya.

Sebaimana diketahui, KM Sinar Bangun tenggelam di perairan Danau Toba pada Senin (18/6) sore. Akibatnya sebagian besar penumpang yang berada di dalam kapal hilang tenggelam. (ANT/DA)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 11 Dec 2018 27°C 22°C
  • 12 Dec 2018 28°C 22°C

Banner 468 x 60 px