Log in

MUI: Vasektomi dan Tubektomi Haram


Medan-andalas Pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memiiki program Keluarga Berencana (KB). Salah satu tujuannya adalah mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.

Namun, menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), tidak semua alat kontrasepsi (Alkon) KB direkomendasikan pihaknya untuk digunakan dalam mengendalikan jumlah kelahiran anak. Pelarangan dilakukan pada KB vasektomi dan juga KB tubektomi.

"MUI memang memperbolehkan program KB, asalkan tidak bertentangan dengan hukum Islam. Tetapi, untuk vasektomi dan tubektomi MUI tidak merekomendasikannya. Tidak merekomendasikan artiannya haram," tegas Ketua MUI Cabang Medan Prof Dr H Mohd Hatta kepada wartawan, Kamis (16/3) di Medan.

Akan tetapi, jelas Hatta, di luar kedua program tersebut, KB jenis lain seperti pil, spiral, suntik, kondom dan implan masih diperbolehkan. Namun, ia juga menegaskan agar pemasangan jenis KB tersebut harus dilakukan oleh orang yang tepat.

"Misalnya, untuk pemasangan KB laki-laki dilakukan oleh laki-laki dan perempuan juga dilaksanakan perempuan," katanya.

Dijelaskannya,  MUI memang sudah pernah berkoordinasi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat terkait hal ini. Tetapi, program tersebut tetap berjalan dan MUI pun tetap dengan sikapnya melarang KB vasektomi dan KB tubektomi.

"Jika seseorang sudah terlanjur memakai KB vasektomi dan KB tubektomi, sebaiknya agar segera bertaubat dan merehabilitasi diri," imbaunya.

Sebagaimana yang diketahui, KB vasektomi adalah operasi kecil (bedah minor) yang dilakukan untuk mencegah transportasi sperma pada testis dan penis. Dalam kondisi normal, sperma seharusnya diproduksi dalam testis. Vasektomi merupakan prosedur yang sangat efektif untuk mencegah terjadinya kehamilan karena bersifat permanen.

Sedangkan, KB tubektomi adalah pemotongan saluran indung telur (tuba fallopi) sehingga sel telur tidak bisa memasuki rahim untuk dibuahi. Tubektomi juga bersifat permanen.

Terpisah, Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Temazaro Zega saat dikonfirmasi menanggapi  larangan dan fatwa haram MUI Kota Medan terkait Vasektomi dan Tubektomi ini, hanya mengatakan kalau larangan tersebut masih dicanangkan di pusat atau Jakarta, sehingga pihaknya tidak bisa berkomentar terkait hal itu.  Namun Temazaro menyebutkan bahwa pihaknya ada membuat Kampung KB yang tujuannya untuk membangun semua masyarakat dari segala aspek seperti aspek pendidikan, kesehatan, perumahan dan pemukiman.

Untuk Provinsi Sumut, pihaknya sudah merekomendasikan kepada keluarga yang sudah memiliki banyak anak untuk melakukan pelayanan KB Implan yang dipasang di lengan.

"Proses KB Implan ini sangat mudah untuk dilakukan dan waktunya juga lama yaitu sekitar 3 tahun," katanya.

Disinggung mengenai apakah KB Implan ini merupakan jawaban dari haramnya Vasektomi dan Tubektomi seperti yang dikatakan MUI, Temazaro tidak menjawab. Melainkan ia mengatakan kalau KB Implan ini merupakan permintaan dari masyarakat ataupun keluarga yang sudah memiliki banyak keturunan (anak).

Untuk hari ini, ia menjelaskan, pihaknya melalui Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ada melakukan pemasangan 20 ribu pemasangan KB Implan yang dipasang di lengan. Dikatakannya, IBI sudah ada sekitar 6.500 bidan yang disediakan khusus untuk KB Implan. (YN)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

23°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 25 Apr 2017 27°C 22°C
  • 26 Apr 2017 29°C 23°C

Banner 468 x 60 px