Log in

Mohamed Salah : Dari Sebuah Desa hingga Juara Liga Champions


Pemain andalan Liverpool, Mohamed Salah, tak menyangka bahwa kariernya akan berjalan gemilang seperti saat ini, termasuk keberhasilannya mencicipi medali juara Liga Champions.

Salah, pesepak bola asal Mesir berusia 26 tahun, menjadi salah satu pencetak gol ke gawang Tottenham Hotspur pada laga final Liga Champions 2018-2019 di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, Minggu (2/6) dini hari WIB.

Gol Salah itu tercipta melalui eksekusi penalti saat pertandingan baru berjalan sekitar dua menit. Liverpool sendiri akhirnya menang dengan skor 2-0 atas Tottenham setelah Divock Origi memperbesar keunggulan The Reds pada menit ke-87.

Usai pertandingan, seperti halnya para pemain Liverpool lainnya, Salah mengekspresikan kebahagiaannya. Terlebih lagi, keberhasilan ini seolah jadi penebus kegagalan The Reds pada final Liga Champions tahun lalu (kalah 1-3 dari Real Madrid).

"Sekarang kami semua merasa bahagia. Saya juga merasa senang bisa main di laga final dua kali beruntun, dan tampil selama 90 menit," ujar Salah dikutip dari situs UEFA.

"Semuanya menampilkan permainan terbaik dan tidak bermain individual. Permainan yang ditunjukkan tim hari ini begitu luar biasa," tutur dia.

Salah kemudian menuturkan bahwa sebagai orang Mesir, dia merasa beruntung bisa mencapai level karier pesepak bola hingga sejauh ini. Salah lahir di sebuah desa bernama Nagrig yang masuk dalam bagian kota Basyoun, pada 15 Juni 1992.

Malang melintang di klub lokal setempat, Salah kemudian hijrah ke ibu kota Mesir, Kairo, untuk bergabung ke El Mokawloon, klub perdananya di level senior.

"Saya telah berkorban banyak untuk karier saya, datang dari sebuah desa untuk pergi ke Kairo. Sulit bagi saya untuk percaya bahwa saya menjadi orang Mesir yang bisa mencapai tingkat ini," kata Salah.

Dari El Mokawloon, Salah menarik perhatian klub asal Swiss, Basel. Ia pun akhirnya bergabung dan di sanalah ia gerbang menuju karier gemilangnya di dunia sepak bola.

Sukses bersama Basel, Salah direkrut Chelsea pada 2014. Namun, ia lebih sering dipinjamkan ke klub lain, seperti Fiorentina dan AS Roma. Klub terakhir kemudian mempermanenkan statusnya. Keputusan AS Roma tak keliru karena ia berhasil mencetak 19 gol dan 15 assist dari 41 pertandingan pada musim 2016-2017.

Di bawah asuhan Juergen Klopp, karier Salah semakin moncer. Tak butuh waktu lama baginya menjadi idola baru publik The Reds lewat permainannya yang memesona. Sejak bergabung pada 2017, Salah tercatat mampu menorehkan 71 gol dan 29 assist dari 104 pertandingan di berbagai kompetisi. Berkat kontribusi itu pula, Salah mengantarkan Liverpool menjadi juara Liga Champions untuk kali keenam.

Bagi Mohamed Salah, golnya ke gawang Spur itu memberi banyak arti. Setidaknya, ada 2 fakta penting yang mengaitkan gol tersebut dengan catatan pribadi penyerang Liverpool itu.

Gol ke-27 Mohamed Salah sepanjang musim 2018-2019 tersebut, membuatnya masuk catatan bersejarah pesepak bola asal Afrika. Ia menjadi pemain ke-5 yang mampu mencetak gol di panggung final Liga Champions.

Sebelum Mohamed Salah, empat pemain lain adalah Rabah Madjer, Samuel Eto'o, Didier Drogba dan Sadio Mane. Status tersebut membuat Salah membuktikan diri sebagai satu di antara calon legenda hidup sepak bola Benua Afrika.(KPC/LP6)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px