Log in

MK Tolak Gugatan Pilkada Dairi, Taput dan Palas


Medan-andalas Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan tiga hasil pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Sumatera Utara, yakni Pilkada Dairi, Tapanuli Utara (Taput), dan Padang Lawas (Palas). Pada pembacaan keputusan sela yang berlangsung di Gedung MK Jakarta, Kamis (9/8), ketiga gugatan tersebut ditolak atau dismiss.

Ranto Sibarani selaku kuasa hukum pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Dairi Depriwanto Sitohang-Azhar Bintang, kepada wartawan mengatakan, seluruh gugatan pemohon ditolak MK, karena tidak satu pun dari ketiga pemohon yang memenuhi ambang batas selisih perolehan suara, yakni kurang dari 2 persen.

Untuk Dairi, selisih antara pemohon dengan pasangan Eddy Keleng Ate Berutu-Jimmy Lukita Andrea yang merupakan peraih suara terbesar lebih dari 18 persen.

Sementara di Taput perolehan suara pemohon, pasangan Jonius Taripar Hutabarat-Frengky Simanjuntak sekitar 5 persen. Dengan demikian mereka dinyatakan tidak memiliki legal standing atau keabsahan mengajukan gugatan.

Ranto menyatakan, keputusan MK akan berimplikasi buruk pada iklim demokrasi di Indonesia secara umum. MK hanya mempertimbangkan pemenuhan angka-angka tanpa melihat substansi gugatan.

"MK tak lebih hanya mahkamah kalkulator, silakan bagi siapa saja melakukan pelanggaran asalkan memperoleh suara banyak pasti akan jadi pemenang," ujar Ranto.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumut Mulia Banurea menyatakan, KPU kabupaten/kota yang terkait keputusan MK agar segera melaksanakan rapat pleno penetapan pemenang pilkada. Setelah terlebih dahulu salinan keputusan MK didapatkan. Tidak disebutkannya waktu pasti penetapan dilakukan.

 "Secepatnya penetapan pemenang pilkada di Dairi, Padang Lawas, dan Taput harus dilaksanakan," katanya. (AFS)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 97%

Wind: 1.61 km/h

  • 11 Dec 2018 28°C 22°C
  • 12 Dec 2018 27°C 22°C

Banner 468 x 60 px