Log in

Mayoritas Publik Tidak Setuju Prabowo Merapat ke Jokowi


Jakarta-andalas Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan dilantik kembali menjadi Presiden RI pada 20 Oktober 2019 mendatang. Saat ini publik berharap Jokowi bisa mewujudkan semua janji Nawacita Jilid II dengan maksimal.

Menjelang pelantikan, Parameter Politik Indonesia juga melakukan survei nasional untuk mengukur sejauh mana antusias masyarakat menyambut pelantikan tersebut. Survei nasional dilakukan pada 5 sampai 12 Oktober 2019. Hasilnya, publik cukup antusias menyambut pelantikan Jokowi, yang mencapai angka 74,6 persen.

Namun demikian, antusiasme publik menyambut pelantikan Jokowi ternyata tak berbanding lurus dengan isu Prabowo yang agresif ingin merapat ke koalisi Jokowi. Publik yang menyatakan tidak setuju Prabowo merapat ke Jokowi mencapai 40,5 persen, setuju 32,5 persen, tak menjawab 27,0 persen.

"Publik yang tidak setuju Prabowo merapat ke Jokowi justru terjadi di basis pemilih Jokowi dan Prabowo itu sendiri. Itu artinya. pendukung Jokowi dan Prabowo sama-sama tak rela jika Prabowo merapat ke Jokowi," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik, Adi Prayitno, dalam rilis survei "Evaluasi Kinerja Jokowi dan Harapan Publik di Periode Kedua", Kamis (17/10) di Jakarta.

Begitupun sebaliknya, banyak yang tak rela Jokowi merangkul Prabowo. Alasan tidak setuju keduanya berkoalisi karena masih ada yang menganggap pemilu curang, Prabowo harus konsisten sebagai simbol oposisi, termasuk tudingan Jokowi anti-Islam.

Alasan setuju karena pemilu sudah usai dan mengiginkan adanya kinerja baik dari pemerintah. Bahkan ada juga yang berpendapat bergabungnya Prabowo ke Jokowi akan menguatkan pemerintahan lima tahun mendatang.

Parameter Politik Indonesia melakukan survei nasional dengan wawancara tatap muka (face to face interview) pada 5 hingga 12 Oktober 2019 dengan sampel 1.000 responden yang dipilih secara acak di 34 provinsi melalui metode stratified multi stage random sampling dengan margin of error 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei dilakukan dalam upaya menjaring aspirasi publik, terutama menyangkut evaluasi dan harapan publik terhadap jokowi yang akan dilantik sebagai presiden.

Sebagaimana diberitakan, dalam hari terakhir Prabowo telah bertemu dengan tokoh-tokoh penting di kubu Koalisi Indonesia. Setelah bertemu dengan Presiden Jokowi, berturut-turut Prabowo bertemu dengan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, kemudian Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Beberapa pihak menyimpulkan bahwa tindakan Prabowo ini adalah sinyal bahwa Partai Gerindra akan bergabung dengan koalisi. Tak sedikit yang memprediksi Prabowo akan menjadi salah satu menteri di kabinet baru Jokowi.  (BST)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px