Log in

Kubu Jokowi Yakin Elektabilitas Masih Tinggi


Jakarta-andalas Kubu Jokowi sebagai calon presiden nomor urut 01 meyakini elektabilitas calon yang diusungnya masih tinggi di berbagai provinsi di Tanah Air.

"Jadi terus terang kita mempunyai data yang sangat detail yang dilakukan perminggu dan tidak dipublikasikan sehingga kita tahu bahwa secara keseluruhan elektabilitasnya itu menjadi lebih kuat," kata Politisi senior PDI Perjuangan Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (5/12).

Menurut dia, bagaimanapun sebagai petahana yang terus-menerus turun ke lapangan ditunjang dengan program-program kebijakan yang jelas, posisi Jokowi tetap tinggi dari sisi elektabilitas sesuai data yang didapatkan.

Namun, ia tetap mengaku ada beberapa daerah yang mengalami penurunan elektabilitas, tetapi secara keseluruhan popularitas Jokowi dan keinginan masyarakat untuk memilihnya naik signifikan di lebih banyak provinsi.

"Tapi kami tidak akan umumkan, tapi itu sebagai survei yang kita lakukan perminggu dan selalu kami laporkan sehingga setiap turun ke lapangan kita tahu apa yang harus dilakukan oleh Presiden Jokowi sebagai 'incumbent'," ujarnya.

Ia mencontohkan, saat di Lampung, misalnya, Presiden Jokowi akan cenderung mempelajari hal-hal yang diinginkan oleh masyarakat Lampung, misalnya, penyelesaian proyek infrastruktur jalan tol Terbanggi Besar sampai Bakauheuni sepanjang 140 Km. "Dan itu kemudian Presiden memerintahkan kepada Menteri PU untuk segera diselesaikan," ucapnya.

Termasuk juga Bandara Radin Inten yang ditingkatkan statusnya. Dengan begitu, kata dia, Presiden tidak lagi sekadar mendengarkan tapi sedang memetik buah dari kerja kerasnya membangun selama 4 tahun.

Pramono yang juga Sekretaris Kabinet itu mengatakan peristiwa politik di berbagai daerah jelas akan berpengaruh pada popularitas maupun elektabilitas Jokowi.

"Tapi secara nasional semuanya, gap-nya makin...," ucap Pramono sambil mengisyaratkan tangannya pada posisi ke atas.

Terkait pelaksanaan Reuni 212, pihaknya sendiri melihat dari sisi positif bahwa acara itu dapat digelar secara lancar dan sukses. "Kita melihat segala sesuatunya dari perspektif positif, namanya juga reuni dan reuninya berhasil kita juga bersyukur," tuturnya.

Turun di Sumbar dan Jabar
Sebelumnya Tim Kampanye Nasional Joko Widodo atau Jokowi-Ma'ruf Amin mengakui ada beberapa perubahan terkait elektabilitas pasangan calon jagoannya.

Hasil survei internal TKN mencatat, elektabilitas Jokowi turun dan naik di sejumlah daerah. Elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga juga diklaim turun di sejumlah daerah, dan hal tersebut dianggap dinamika yang biasa saja.   

"Kami punya analisa lengkap, ada beberapa daerah yang turun, beberapa daerah itu di mana Pak Jokowi kalah di 2014. Tapi (elektabilitas) secara nasional kami naik," ujar Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Verry Surya Hendrawan dilansir Tempo, Selasa (4/12).

Verry enggan merinci lengkap daerah mana saja yang mengalami penurunan elektabilitas. Dia hanya membocorkan dua daerah yakni, Sumatera Barat (Sumbar) dan Jawa Barat (Jabar) yang mengalami penurunan. "Di Sumbar itu sedikit turun. Jabar juga mengalami sedikit penurunan pada pekan lalu. Tetapi, tentu kami punya strategi," ujar dia.

Oktober lalu, timses Jokowi mengklaim sudah unggul tipis dari pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Tanah Pasundan itu. Pada 2014 lalu, Jokowi paling banyak kalah secara angka di Jawa Barat. Sementara di Sumatera Barat, Jokowi paling banyak kalah secara persentase di Ranah Minang itu. "Mungkin karena efek 212 atau yang lain, kami belum tahu penyebabnya," ujar Verry.

Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Arsul Sani juga mengakui hal yang sama. "Ada daerah yang saya lihat memang di mana Pak Jokowi turun, Pak Prabowo naik. Ada juga yang Pak Prabowo turun, Pak Jokowi naik. Ada juga yang dua-duanya turun," ujar Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/12).

Di sisi lain, kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kerap mengklaim bahwa selisih suara kedua pasangan calon semakin mengecil. Sandiaga, misalnya, mengatakan selisih elektabilitas Jokowi dan Prabowo kini berada di kisaran 11 persen. Sandiaga juga mengklaim hasil survei internal timnya mencatat elektabilitas inkumben cenderung menurun. (ANT/TEMP)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 19 Dec 2018 29°C 22°C
  • 20 Dec 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px