Log in

KPK Berencana Telusuri Suap Pengisian Jabatan Lain di Kemenag


Jakarta-andalas KPK membuka peluang menelusuri dugaan suap pengisian jabatan lainnya di Kementerian Agama (Kemenag). Rencana ini sebagai pengembangan kasus dugaan suap pengisian jabatan dengan tersangka Romahurmuziy (Rommy).

"Apakah mungkin dikembangkan di posisi-posisi lain di Kementerian Agama, bisa saja, sepanjang memang nanti ditemukan bukti-bukti atau petunjuk-petunjuk yang mengarah ke sana," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (20/3).

Febri juga mengatakan masyarakat bisa menyampaikan informasi ke KPK jika mengetahui ada praktik jual-beli jabatan di Kemenag. Penyampaian informasi itu bisa dilakukan dengan langsung datang ke KPK ataupun lewat saluran lainnya.

"Atau masyarakat bisa memberikan informasi melalui jalur pengaduan masyarakat baik melalui telepon ke 198 misalnya atau melalui website dan datang langsung ke KPK. Nanti akan kami telaah lebih lanjut informasi-informasi tersebut," kata Febri.

Dia juga menyebut KPK sudah mengidentifikasi dugaan commitment fee dari dua jabatan yang diduga proses pengisiannya terkait kasus ini. Febri mengatakan tim dari KPK saat ini sedang fokus melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi yang diduga terdapat bukti untuk memperkuat konstruksi perkara.

Komisi Pemberantasan Korupsi tak hanya menggeledah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik melainkan juga rumah sang kepala, Muhammad Muafaq Wirahadi. Muafaq adalah satu dari tiga tersangka perkara suap jual-beli jabatan di Kemenag.

"Penyidik bertemu dengan pihak keluarga Muafaq. KPK menjelaskan hak-hak tersangka dan menerima Informasi dari pihak keluarga bahwa ada beberapa pihak yang kami indikasikan adalah 'KPK gadungan' yang datang ke rumah dan meminta uang," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Febri mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dengan oknum-oknum tertentu yang mengatasnamakan KPK, apalagi sampai meminta uang untuk membantu mengurus perkara.

"Bagi pihak-pihak yang didatangani oleh orang yang mengaku KPK, apalagi meminta uang silakan langsung dilaporkan kepada kantor kepolisian setempat atau menghubungi KPK di Call Center 198," ujar Febri.

Dia juga mengingatkan agar pihak-pihak lain tidak menyalahgunakan situasi untuk memeras atau melakukan penipuan dengan cara mengaku seolah-olah berasal dari KPK dan meminta uang. KPK bekerja sama dengan Polisi untuk mengusut dugaan penipuan itu.

Dalam pengeledahan sejak Rabu pagi, KPK menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen-dokumen tentang kepegawaian dan pengisian jabatan Kepala Kantor Kemenag Gresik. Menurut Febri, penggeledahan itu berfokus untuk melengkapi berkas penyidikan tiga tersangka. Mereka yakni Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy), dan diduga pemberi suap, yakni Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timu Haris Hasanuddin.

Namun bila masyarakat miliki informasi tentang dugaan praktik jual beli jabatan lain dipersilakan menyampaikan informasi kepada KPK. KPK menyita uang Rp180 juta dan 30 ribu dolar AS dari ruang kerja Menteri Agama Lukman Hakim usai melakukan penggeledahan Senin lalu. Selain itu, tim KPK juga menyita barang bukti lain dari ruang kerja Sekjen dan Kepala Biro Kepegawainan Kementerian Agama.

KPK juga menggeledah rumah Rommy di Condet, Jakarta Timur, serta ruang kerja Rommy di kantor pusat PPP, ruangan bendahara dan administrasi PPP. Dari sana, KPK menyita sejumlah laptop dan dokumen. (DTC/VN)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px