Logo
Print this page

Kerusuhan Wamena, 787 Bangunan dan 223 Kendaraan Dibakar


Jakarta-andalas Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua menyebut sebanyak 1.010 unit rumah, kantor, dan kendaraan dibakar maupun dirusak saat kerusuhan di Wamena pada 23 September lalu.

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengatakan, jumlah itu sudah termasuk kios serta ruko milik warga. "Perumahan, kios, ruko dan kantor pemerintah itu sekitar 787 unit," kata Jhon, Minggu (6/10).

Sementara terkait kendaraan roda dua dan roda empat, jumlahnya masing-masing sebanyak 122 untuk mobil dan 101 unit sepeda motor.

Bupati memastikan sedang dilakukan koordinasi dengan Kementerian PUPR agar adanya pembangunan kantor dan rumah yang terbakar atau rusak. "Mudah-mudahan bisa ada tindakan cepat untuk pembangunan rumah ini," katanya.

Mantan Wakil Bupati Jayawijaya dua periode ini memastikan sudah menyampaikan data kerusakan kepada pemerintah pusat. "Staf ahli sudah mengatakan ke Presiden, Gubernur dan kementerian terkait. Semua pelaporan sudah kami kirim," katanya.

Sementara itu, Kepolisian Resor Jayawijaya, Papua, menetapkan tiga orang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) karena terindikasi kuat sebagai bagian dari pelaku kerusuhan di Wamena, Jayawijaya, pada 23 September 2019.

Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda Swadaya mengatakan tiga orang itu ditangkap untuk pengembangan lebih lanjut. "Kita sudah tahu orang-orangnya, foto-toto, hasil rekaman video dari CCTV sudah ada," katanya Minggu (6/10).

Tonny memastikan setelah pemeriksaan terhadap 12 orang yang diamankan, sembilan di antaranya sudah mengarah sebagai tersangka.

"Sembilan orang sudah mengarah ke tersangka. Pengembangan masih terus dilakukan hingga memperoleh siapa aktor di balik kerusuhan itu," katanya.

Mantan Kapolres Kabupaten Lanny Jaya ini mengatakan personel gabungan yang disiagakan untuk memberikan jaminan keamanan di Wamena sebanyak 1.500 orang.

Aktivitas perekonomian di Wamena kini mulai berjalan layaknya sebelum tanggal 23 September. Pengungsi yang sebelumnya banyak di Mapolres Jayawijaya sudah berkurang karena mereka telah kembali ke rumah masing-masing.

"Kami sudah mengimbau pengungsi untuk tidak lagi membawa senjata tajam, dan beberapa hari ini saya lihat sudah tidak ada lagi yang membawa senjata tajam di sekitar Wamena," katanya.

Sebelumnya, sehari setelah kerusuhan, warga di seputaran kota terlihat melindungi diri dengan membawa senjata tajam seperti parang, pisau, pipa dan kayu untuk mengantisipasi kerusuhan tiba-tiba seperti yang terjadi 23 September.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan bahwa 31 orang meninggal dunia akibat kerusuhan Wamena, Papua beberapa saat lalu. Hal itu diungkapkan secara langsung oleh Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek.

Dalam konferensi pers Senin pekan lalu, Nila menyatakan, berdasarkan laporan yang didapat tim kesehatan di Wamena, Papua terdapat 14 korban kerusuhan dalam perawatan, 22 jiwa dirujuk ke Jayapura dan ada 62 orang sudah boleh pulang ke rumah.

Sementara untuk korban meninggal dunia, Menkes menyatakan ada lima orang meninggal di rumah sakit dan 26 jiwa telah meninggal sebelum mencapai rumah sakit. Secara total, ada 31 yang meninggal akibat kerusuhan tersebut.

Sebanyak 10 orang dari 31 korban meninggal merupakan perantau asal Minangkabau, Sumatera Barat. "Sebagian besar korban berasal dari Pesisir Selatan. Kami ikut berduka dan berharap warga Sumbar lain di Papua bisa tabah dan mencari tempat untuk menyelamatkan diri," kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit Rabu lalu. (ANT/DOH)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com