Log in

Kasus E-KTP, Setnov Yakin Ada Nama Besar Lain


Jakarta-andalas Mantan Ketua DPR Setya Novanto meyakini ada nama besar lain selain dirinya terlibat dalam korupsi KTP elektronik (KTP-e).

"Ya nama besar, saya tidak tahu yang dimaksud punya status sosial atau pengaruh tertentu, kita lihat saja nanti, proses akan membuktikan tapi yang jelas saya melihat peran Pak Novanto tidak dalam posisi yang sangat berpengaruh dalam ini karena soal penganggaran, perencanaaannya sudah dirancang jauh dan itu ada lembaganya, ada instansinya. Kita lihat siapa inisiator proyek e-KTP ini," kata pengacara Setya Novanto, Firman Wijaya di Jakarta, Kamis (11/1).

Setya Novanto (Setnov) pada hari itu menjalani persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi setelah pada pekan lalu hakim menolak keberatan (eksepsi) tim kuasa hukum.  Firman juga sempat menyatakan bahwa Setnov akan mengajukan status pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum (justice collaborator) ke KPK.

"Nanti fakta-fakta bisa kelihatan, di mana posisi Pak Nov. Jadi apa yang disebut dengan berpengaruh sebenarnya pada proses penganggaran. Siapa inisiator penganggaran, ini penting, di mana proyek ini diusulkan. Baru kemudian nanti mengalir pada soal-soal yang lain, termasuk kebijakan. Ada kebijakan eksekutif, ada kebijakan legislasi, ini proses yang mesti dipotret secara besar. Kita lihat saja nanti," tambah Firman.

Namun ia mengakui bahwa pilihan menjadi "justice collaborator" bukan pilihan mudah karena bisa menjadi sasaran tembak dan bulan-bulanan sehingga pengacara pun memita model perlindungan yang bisa diberikan kepada Setnov bila menjadi "justice collaborator" Firman menolak untuk menjelaskan siapa yang menurut Setnov punya posisi lebih tinggi dalam perkara KTP-E.

"Kalau posisi yang lebih besar itu jabatan-jabatan yang berpengaruh di negeri ini ya mungkin saja. Tapi kita tunggu pembuktiannya," katanya.

Dalam perkara ini Setnov didakwa menerima 7,3 juta dolar AS dan jam tangan Richard Mille senilai 135 ribu dolar AS dari proyek KTP-E. Setnov menerima uang tersebut melalui mantan Direktur PT Murakabi sekaligus keponakannya Irvanto Hendra Pambudi Cahyo maupun rekan Setnov dan juga pemilik OEM Investmen Pte LTd dan Delta Energy Pte Lte yang berada di Singapura Made Oka Masagung.

Sedangkan jam tangan diterima Setnov dari pengusaha Andi Agustinus dan Direktur PT Biomorf Lone Indonesia Johannes Marliem sebagai bagian dari kompensasi karena Setnov telah membantu memperlancar proses penganggaran. Total kerugian negara akibat proyek tersebut mencapai Rp2,3 triliun.
    
KPK Pelajari

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menyatakan pihaknya telah menerima surat pengajuan "Justice Collaborator" (JC) dari Setya Novanto.

"Suratnya itu sudah disampaikan, dan kami sedang mempelajari," kata Febri Diansyah di Gedung KPK.

JC sendiri merupakan pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum ke KPK. "Kalau seseorang dikabulkan sebagai 'Justice Collaborator' konsep normanya secara umum tentu ancaman hukumannya bisa lebih rendah," kata Febri.

Untuk diketahui, Setnov didakwa mendapat keuntungan 7,3 juta dolar AS dan jam tangan Richard Mille senilai 135 ribu dolar AS dari proyek KTP-e. Setnov didakwa Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Pasal 2 Pasal 3 ini ancaman hukumannya seumur hidup jadi sangat tinggi. Saya kira kalau dikabulkan JC contohnya Andi Agustinus kemarin dituntut 8 tahun penjara. Itu mungkin jadi pertimbangan juga mengajukan JC," ungkap Febri.

Lebih lanjut, ia pun menyatakan pihaknya harus melihat terlebih dahulu siapa saja pihak-pihak yang akan dibuka perannya oleh Setya Novanto.

"Kami harus lihat dulu siapa saja pihak-pihak yang dibuka perannya oleh Setya Novanto dan apakah di persidangan yang juga dilakukan hari ini dan ke depan itu, Setya Novanto konsisten terbuka dan juga mengakui perbuatannya," ucap Febri. (ANT)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

22°C

Medan, Sumatera Utara

Scattered Thunderstorms

Humidity: 98%

Wind: 11.27 km/h

  • 21 Jun 2018 27°C 22°C
  • 22 Jun 2018 28°C 23°C

Banner 468 x 60 px