Logo
Print this page

Kapolsek akan Cek Laporan Dishub Medan


Soal Raibnya Ribuan Buku Speksi

Medan-andalas Kabar hilangnya ribuan buku speksi dari Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan yang berada di Jalan Pinang Baris, Medan, terus menuai sorotan. Kepala Dishub Kota Medan Renward Parapat mengaku sudah melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Bahkan menurutnya kasus itu sudah pun bergulir di persidangan. Namun Kapolsek Medan Sunggal Kompol Yassir Ahmadi saat dikonfirmasi Kamis (10/1) mengaku belum mengetahui adanya laporan kasus itu di kantornya.

Sejak memimpin Polsek Medan Sunggal medio Juni 2018, dia belum pernah menerima laporan dari pihak Dishub Medan terkait raibnya ribuan buku speksi yang dikenal juga dengan sebutan buku uji berkala kelaikan kendaraan bermotor atau kir.

Yassir pun berjanji akan mengecek kembali terkait laporan itu. "Waktu zaman Kapolsek sebelum saya itu, gak tau saya, faktanya itu. Coba saya lihat dulu ya," ujarnya.  Sebelumnya, Kepala Dishub Kota Medan Renward Parapat saat dihubungi melalui telepon seluler, mengaku telah melaporkan hilangnya ribuan buku speksi dari kantornya tersebut kepada aparat kepolisian. Bahkan, kata dia, prosesnya tengah disidangkan di pengadilan.

Sayangnya, saat ditanya lebih jauh berapa banyak buku speksi yang raib itu dan kapan peristiwa raibnya itu diketahui, dia mengaku tidak ingat. Begitu juga ketika ditanya kapan pihaknya melaporkan kehilangan buku-buku speksi itu ke kepolisian, Renward tidak menjelaskannya secara rinci.

"Persisnya saya gak ingat. Tapi sudah kita laporkan ke polisi biar mereka yang memeriksa," terang Renward saat dihubungi, Selasa (8/1). Diakui Renward, proses pengurusan buku speksi di Dishub Medan tidak terganggu kendati ada kasus raib tersebut. Sebab, mereka telah menyiapkan stok hingga tahun berikutnya.

"Sudah ada stok dan kita akan percepat tendernya (untuk pengadaan buku speksi). Pengujian (berkala kelaikan kendaraan bermotor) tetap berjalan sampai hari ini," klaimnya.  Terkait kasus ini, kalangan anggota DPRD Kota Medan meminta Renward Parapat harus bertanggung jawab.

"Harus tuntas dan jelas penyebab hilangnya ribuan buku speksi itu. Karena aneh juga kalau hilangnya hingga ribuan," ungkap Ketua Komisi D DPRD Medan Abdul Rani, kepada wartawan, Kamis (10/1).

Dia berjanji, pihaknya akan mencari tahu dan mendalami penyebab peristiwa itu terjadi. Namun dia harus berkoordinasi dengan anggota Komisi D DPRD Medan lainnya.  "Kalau soal itu (RDP), saya akan koordinasikan dulu dengan anggota Komisi D lainnya," tukasnya.

Anggota Komisi D DPRD Medan lainnya, Paul Mei Anton Simanjuntak menduga raibnya buku speksi tersebut menimbulkan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Paul pun meminta kasus tersebut diusut tuntas dan menangkap pelakunya.

"Jangan hanya disebut-sebut hilang, namun tidak ada tindak lanjut. Polisi harus juga menyelidiki kasus hilangnya ribuan buku speksi di Dishub Medan. Apalagi menurut Kadishub Renward Parapat kasus itu sudah diadukan ke Polsek Sunggal pada tahun 2018 lalu. Polisi diminta bergerak cepat untuk mengungkap siapa sebenarnya pelakunya," tegasnya. (THA)

PT. STAR MEDIA INTERNUSA
JL. TENGKU AMIR HAMZAH KOMP RUKO GRIYA RIATUR INDAH 182, 184, 186 - MEDAN - 20124 - SUMATERA UTARA - INDONESIA.
Email : berita.andalas@googlemail.com © 2013 - 2014 harianandalas.com - All Rights Reserved.
IKLAN ONLINE | REDAKSI

http://kpkpos.com http://bursaandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com http://harianandalas.com