Log in

Kader Senior Demokrat Dorong KLB September


Kecewa Perolehan Suara Pileg dan Prilaku Kader

Jakarta-andalas Sejumlah kader senior membentuk Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD) dan mendorong pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) paling lambat pada September mendatang. Mereka mendorong KLB karena menganggap ada sejumlah masalah di internal partai.

Presidium GMPPD sendiri terdiri atas Max Sopacua, Ahmad Mubarok dan Ahmad Yahya. Mereka adalah kader senior yang telah malang melintang berkecimpung di partai berlambang mercy tersebut.

"Kami menetapkan momentum puncak GMPPD dengan menyiapkan, mendorong, dan melaksanakan suksesnya Kongres Luar Biasa selambatnya pada 9 September 2019," ucap para kader senior di bilangan Cikini, Jakarta, Kamis (14/6).

Max Sopacua mengatakan bahwa Demokrat mengalami sejumlah permasalahan. Masalah-masalah itu mengakibatkan suara Demokrat jeblok di Pemilu 2019 yang hanya memperoleh 7,7 persen suara.

Permasalahan pertama yang diungkap Max yakni tentang sejumlah kader partai yang kerap melontarkan pernyataan provokatif. Mereka adalah Wasekjen Andi Arief, Rachlan Nashidik dan Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Ferdinand Huatahaean. Sikap mereka dinilai tidak sesuai dengan asas Partai Demokrat yang mengedepankan politik santun.

Permasalahan lain yang diungkap Max yaitu tentang hasil Pemilu 2019. Menurut dia, perlu ada introspeksi dan evaluasi menyeluruh agar lebih baik di Pemilu 2024.

Max lalu menyatakan bahwa Partai Demokrat akan tetap berada dalam koalisi pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Seiring dengan itu, kader Demokrat dapat menjalin silaturahmi dan rekonsiliasi dengan pihak manapun.

"Termasuk mendukung dan bekerjasama dengan kepimpinan nasional Presiden RI-Wakil Presiden RI yang disahkan konstitusi untuk kepentingan dan masa depan bangsa dan negara," tutur Max.

Dalam hal ini, Max tidak menyatakan Demokrat bakal bergabung dengan koalisi Jokowi-Ma'ruf. Menurut dia, itu terlalu dini untuk dibicarakan karena masih ada proses hukum yang berjalan di Mahkamah Konstitusi.

Max lalu menegaskan bahwa sikap pihaknya tidak memiliki kaitan dengan mantan ketua umum Anas Urbaningrum. Dia menekankan tidak pernah bertemu dengan Anas meski dulu memang memiliki kedekatan.

"Tidak ada kaitannya. Itu ada fitnah-fitnah begitu," kata Max.

Harapkan AHY

Max Sopacua juga menyatakan bahwa Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) adalah figur potensial yang dapat menjadi ketua umum selanjutnya menggantikan ayahannya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). AHY juga dianggap sebagai satu-satunya tokoh yang dapat dicalonkan pada Pilpres 2024.

"Kalau Kongres Luar Biasa (KLB) kita tidak susah-susah. Pak SBY tinggal minta AHY melanjutkan memimpin partai ini. Tidak ada masalah," kata Max.

Andai AHY menjadi Ketum, Max tidak cemas dengan anggapan Demokrat adalah partai milik keluarga SBY. Menurutnya, anggapan itu akan sirna dengan sendirinya apabila seluruh kader memang menginginkan AHY menjadi ketum melalui KLB.

Untuk Pilpres 2024, Max tidak menyebut apakah AHY bakal diusung sebagai capres atau cawapres. Max hanya mengatakan bahwa AHY adalah satu-satunya tokoh yang paling potensial.

"Saya kira saat ini AHY berada paling depan. Satu-satunya yang memang diusulkan maju di 2024. Ada juga Ibas dan lain lain. Tapi AHY adalah figur yang kami kira sudah disiapkan untuk maju 2024," kata Max.

Bahkan, Max juga tidak sungkan menyebut AHY sebagai tokoh yang paling berpotensi masuk dalam kabinet pemerintahan periode 2019-2024. Dia mengamini topik pembicaraan tersebut masih terlalu dini.

Namun, jika memang Demokrat bergabung dalam koalisi pemerintahan saat ini, AHY bakal didorong untuk menjadi menteri.

"Ya kalau sekarang mau diajak gabung pemerintah ya memang Pak AHY sudah terlihat. Ada kecenderungan ke arah sana," ucap Max.

Di tempat yang sama, kader senior Ahmad Mubarok mengatakan pihaknya membentuk GMPPD bukan semata-mata ingin ada Kongres Luar Biasa. Dia menjelaskan bahwa GMPPD dibentuk untuk mendorong para kader agar peka terhadap situasi terkini.

"Ibaratnya, GMPPD ini api. Ada asapnya. Nah, nanti kan para kader melihat asapnya. Kita lihat respon para kader bagaimana," kata Mubarok.

Terpisah, Wakil Sekretaris Partai Demokrat Rachlan Nashidik menanggapi santai soal kritikan para kader senior di partainya. Dia mengaku bakal berkomunikasi dengan para kader senior yang tergabung dalam GMPPD tersebut.

Menurut Rachlan, wajar jika dalam satu partai terdapat perbedaan pandangannya. Karena itu dirinya akan berkomunikasi langsung dengan para senior di Demokrat.

"Saya nanti akan berkonsultasi pada mereka tentang menjaga marwah partai. Namanya juga partai politik. Perbedaan pandangan wajar," tutur Rachlan kepada wartawan melalui pesan singkat, Kamis (13/6).

Meski demikian Rachlan tetap menyindir para kader senior yang mengkritiknya. Dia seolah menganggap tidak sepatutnya GMPPD menyatakan sikap di hadapan pers mengenai perbedaan pandangan sebagai sesama kader.

"Apakah menyampaikan pandangan koreksi secara terbuka seperti yang mereka lakukan, padahal bisa dilakukan tertutup, tidak justru mempertontonkan celana dalam partai kepada orang lain?" tutur Rachlan. (CNNI/DOH)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px