Log in

Gajah Rusak Rumah Warga Pidie, Karung Padi Diambil


Pidie-andalas Seekor gajah liar merusak rumah warga di Dusun Cot Batu, Gampong Bangkeh, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, Sabtu (30/11) dini hari. Akibatnya rumah milik Bang Baka Gapui rusak parah dan dinding jebol.

Gajah liar itu juga mengambil karung padi yang disimpan setelah panen selesai. Gajah mengobrak-abrik rumah berkontruksi kayu tersebut.

Bagian barat dan utara dinding rumah mengalami rusak parah. Beruntungnya penghuni rumah sebanyak 3 orang selamat dari peristiwa itu saat itu gajah tidak mengobrak-abrik kamar tidur keluarga tersebut.

Kepala Desa Bangkeh, Ridwan Ahmad, menjelaskan pemilik rumah langsung lari menyelamatkan diri. Keluarga ini kemudian melaporkan kejadian ini kepada warga lain.

"Keluarga tersebut sangat trauma saat itu. Untung saja gajah gak merusak kamar tidur, sehingga bisa langsung lari," kata Ridwan Ahmad, Sabtu (30/11) via telepon genggamnya.

Ridwan mengatakan, gajah itu biasanya berada di pinggir hutan dan masuk ke persawahan. Tetapi sekarang, gajah diperkirakan berjumlah 9 ekor itu sudah mendekati perkampungan warga.

Konflik gajah ini bukan yang pertama kali terjadi di Geumpang. Setahun lalu gajah sering masuk ke perkebunan dan persawahan warga. Sehingga banyak warga mengalami kerugian, karena padi yang sudah ditanam rusak. Persitiwa yang sama juga sering terjadi di kemukiman Beungga, Kecamatan Tangse,

Sudah berulang kali warga menghalau gajah liar tersebut. Namun beberapa hari kemudian gajah tersebut kembali lagi. Begitu juga di Gampong Beungga, Alue Calong, Lhok Keutapang dan Geunie di Kecamatan Tangse dan Kecamatan Keumala dan Mila masih di Kabupaten Pidie. Ada puluhan gajah di wilayah sana berpindah-pindah tempat, karena bentang gunung di sana saling berhubungan. Sehingga gajah-gajah liar itu sering berpindah-pindah tempat.

Ridwan Ahmad mengaku, konflik gajah dengan masyarakat di Geumpang sudah berlangsung sejak lama. Hal ini sudah pernah dilaporkan kepada pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh. Meskipun sudah pernah dihalau beberapa kali menggunakan mercon, tetapi peristiwa yang sama terus terjadi.

“Kalau tidak dijaga, maka gajah bisa merusak sawah dan masyarakat yang rugi,” ungkapnya.

Menurut Ridwan, gajah itu juga aset negara yang harus dilindungi dan dilestarikan. Tetapi pemerintah juga harus memperhatikan warga yang juga dirugikan kehadiran hewan bertubuh besar masuk persawahan dan perkebunan warga.

"Gajah kita lindungi, masyarakat juga harus dilindungi, gimana cara ini harus ada solusi kongkrit dari pemerintah," pintanya.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 BKSDA Aceh, Kamaruzzaman mengaku sudah mendapatkan informasi terkait dengan konflik gajah di Geumpang. Bahkan beberapa hari yang lalu tim BKSDA sudah pernah menggiring gajah tersebut ke habitatnya.
Sekalian kita juga turunkan tim dokter, informasi yang kita peroleh ada gajah terluka di sana terkena jerat, jelasnya.
Terkait gajah kembali merusak rumah warga di Geumpang, Kamaruzzaman mengaku segera mengirim tim yang bertugas untuk melakukan penanganan konflik gajah. "Segera kita turunkan tim ke sana," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Agus Arianto mengatakan, hampir 85 persen
????habitat Gajah Sumatera di Aceh berada di luar kawasan konservasi hutan, sehingga semakin sempit habitatnya maka konflik gajah liar dengan manusia kerap terjadi di Aceh.

“Potensi terjadinya konflik gajah dengan manusia sering terjadi karena sempitnya habitat gajah di Provinsi Aceh, dan juga menjadi penyebab utama pemicu konflik,” katanya di Aceh Timur, Minggu (1/12).

Ia menjelaskan dalam upaya menjaga kelestarian keanekaragaman hayati terhadap satwa liar tersebut diperlukan peran dari berbagai stakeholder, lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta, dan semua elemen masyarakat.

BKSDA Aceh mengharapkan dukungan dan peran dari berbagai pihak dalam penanggulangan permasalahan konflik gajah liar dengan manusia di provinsi setempat sesuai dengan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor :P.48/Menhut-II/2008 tentang Pedoman Penanggulangan Konflik antara Manusia dan Satwa Liar.

“Serta Surat Keputusan Gubernur Aceh Nomor 522.51/1097/2015 tentang pembentukan satuan tugas penanggulangan konflik antara manusia dan satwa liar Provinsi Aceh,” katanya.(MDC/ANT)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px