Log in

Dua Anggota DPRD Tapteng Diburu


Medan-andalas  Petugas Subdit III/Tipikor Direktorat (Dit) Reskrimsus Polda Sumut memburu dua anggota DPRD Tapanuli Tengah (Tapteng) berinisial AR dan SG karena dua kali tidak menghadiri panggilan sebagai tersangka korupsi perjalanan dinas fiktif.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, penyidik telah melakukan pencarian terhadap kedua anggota dewan tersebut untuk dibawa secara paksa, namun belum ditemukan. Petugas masih menyelidiki tempat persembunyian AR dan SG.

 "Dua tersangka anggota DPRD Tapteng itu, AR dan SG sudah dua kali dipanggil, tapi tidak datang. Sudah dilakukan pencarian terhadap keduanya, tapi belum ditemukan," kata Tatan kepada wartawan di Medan, Selasa (4/12).

Sebelumnya penyidik Subdit III/Tipikor Dit Reskrimsus Polda Sumut telah menetapkan lima anggota DPRD Tapteng sebagai tersangka korupsi anggaran perjalanan dinas hingga merugikan negara lebih dari Rp655 juta.

Kelima tersangka tersebut masing-masing berinisial AR, SG, HN, JS, dan JLS. Dari lima tersangka tersebut tiga tersangka diantaranya telah dilakukan penahanan oleh penyidik, Senin (3/12).

Dijelaskan Tatan, penyidik melakukan proses hukum yang sama terhadap lima anggota DPRD Tapteng yang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan mark up atau fiktif perjalanan Tahun Anggaran (TA) 2016 dan 2017 yang merugikan keuangan negara sekira Rp655 juta lebih.

Setelah sempat tidak hadir, Polda Sumut kemudian melakukan pemanggilan kedua kepada kelima tersangka hingga pada Jumat (30/11), tiga diantaranya, yakni Julianus Simanungkalit, Jonia Silaban, dan Hariono Nainggolan dibawa paksa dan dilakukan penahanan.

Sebelumnya, Tatan menjelaskan, modus yang dilakukan kelima tersangka adalah dengan menggunakan bukti pembayaran bill hotel yang diduga fiktif atau di-mark up sebagai pertanggungjawaban atas perjalanan dinas keluar daerah dalam hal agenda konsultasi, kunjungan kerja, dan bimbingan teknis.

Kelima tersangka dipersangkakan dengan Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahum 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001, yakni tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun.

"Penetapan status tersangka, setelah penyidik memeriksa 49 saksi yang terdiri dari PNS sekretariat dan pihak manajemen dari sejumlah hotel yang ada di Medan, Samosir, Tarutung,  Jakarta, Bandung, dan Manado," terangnya. (DA)

23°C

Medan, Sumatera Utara

Thunderstorms

Humidity: 95%

Wind: 6.44 km/h

  • 19 Dec 2018 29°C 22°C
  • 20 Dec 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px