Log in

Dewan Pers Minta Pemberitaan soal Papua Jangan Asal-asalan


Jakarta - andalas Wakil Ketua Dewan Pers, Hendry Chairudin Bangun meminta kepada setiap jurnalis agar tak menelan mentah-mentah setiap informasi yang didapat ihwal perkembangan terbaru di tanah Papua.

Menurut dia, apabila kabar yang didapat hanya diperoleh dari aparat keamanan, tapi tidak diverifikasi kembali, maka akan menimbulkan kesimpangsiuran informasi. Sehingga, masyarakat tak mengetahui situasi sebenarnya yang terjadi di Bumi Cendrawasih.

"Kalau mau membuat berita itu cek ke lapangan. Jangan hanya talking-talking. Sebab, kalau ditanya nanti (ke) TNI 'aman, kok'. 'Sudah kondusif'. Namun, di setiap sepuluh meter sudah ada yang jagain," kata Hendry di dalam diskusi publik bertema "Memberitakan Papua Dalam Kerangka Etika Jurnalistik dan Keadaban Nusantara" di kantor Dewan Pers, Jakarta Pusat, Jumat (6/99).

Sebuah penyajian berita yang baik di daerah konflik, kata dia, itu harus memberi penggambaran sesungguhnya yang terjadi di lokasi. Nantinya, masyarakat yang membaca pun dapat memahami situasi yang terjadi sebenarnya.

"Bikin liputan yang lebih mendalam, komprehensif, lengkap. Konteksnya ada. Supaya jangan kalau ada berita Papua, ada yang seperti ini," ujarnya.

Ia mengkhawatirkan bila wartawan menulis berita soal Papua secara asal-asalan. Sebab itu akan memancing emosi masyarakat yang kini situasinya sudah mulai berangsur kondusif.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pers, Mohammad Nuh meminta kepada seluruh media tak menghasilkan berita yang bisa memicu amarah masyarakat di tengah situasi bangsa yang sedang tak menentu.

Ia berharap semua insan pers di Tanah Air dapat menghasilkan produk jurnalistik yang bisa memberi pencerahan atau mendinginkan suhu yang sempat memanas di tengah masyarakat akibat Pemilu 2019 lalu.

"Kalau fungsi media menjadi pemanas, situasi bangsa panas, maka media harus jadi pendingin," kata dia  dalam memberikan sambutan di acara Pisah Sambut Anggota Dewan Pers Periode 2016-2019 dengan Periode 2019-2022 di Jakarta Pusat, Rabu (12/6).

Menurut dia, dengan adanya peran pers yang seperti itu, maka dapat mencerahkan masyarakat di tengah maraknya informasi hoaks di media sosial. Sehingga, nantinya publik akan mengetahui mana berita yang benar dan bohong.

"Maka akan tambah jelas media bisa memastikan mana yang salah dan benar," ujarnya.

Apabila media tak bisa memberi edukasi, kata dia, maka akan menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Hal tersebut karena masyarakat bakal menelan setiap informasi yang beredar tanpa mencari tahu apakah itu benar atau tidak.

"Kalau media tidak bisa mendidik masyarakat secara keseluruhan, maka nanti masyarakat zaman sekarang tidak bisa menyaring. Karena dengan tingkat edukasi yg baik masyarakat secara otomatis melalui dirinya sendiri bisa melakukan filter," kata dia.(OKZ)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px