Log in

Cagub NTT Jagoan PDIP Ditangkap KPK


Jakarta-andalas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lagi-lagi melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kepala daerah, Minggu (11/2). Kali ini salah seorang bupati di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang terjaring. Dia adalah Bupati Ngada Marianus Sae. Marianus yang sudah dua periode menjadi Bupati Ngada itu diketahui merupakan bakal calon gubernur jagoan PDIP dan PKB di Pilgub NTT, yang  dipasangkan dengan Emy Nomleny.

Namun Marianus keburu dicokok KPK sebelum Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan penetapan pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur NTT yang jadwalnya dilaksanakan hari ini. KPK masih memeriksa Marianus Sae yang telah dibawa ke Kantor KPK di Jakarta.

"Dua orang sudah di KPK: Bupati Ngada dan satu orang yang diamankan di lokasi yang sama. Satu orang yang dalam perjalanan ke Kantor KPK adalah dari unsur pegawai pemerintah kabupaten," kata Jubir KPK Febri Diansyah, Minggu sore.

Menurut Febri, Marianus Sae terjaring OTT oleh tim penindakan KPK atas dugaan menerima imbalan atas sejumlah proyek di daerah yang dipimpinnya.  "Kasusnya fee proyek-proyek di Pemkab Ngada," jelas Febri.

Namun, Febri belum bisa bicara lebih lanjut mengenai dugaan penerimaan fee Marianus dari proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ngada tersebut. Febri pun mengaku belum tahu detail mengenai jumlah uang yang diamankan dari penangkapan Marianus.

Selain di wilayah NTT, kata Febri, tim penindakan KPK juga menangkap sejumlah pihak lainnya dari daerah lain. "Ada yang juga diamankan di daerah lain. Dalam penerbangan sore ini akan dibawa juga ke [markas] KPK," kata Febri.

Sementara Marianus dan seseorang yang ditangkap bersamanya langsung menjalani pemeriksaan intensif. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut.

Marianus Sae bukan calon kepala daerah pada Pilkada 2018 yang kali pertama ditangkap KPK. Sebelumnya, Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko yang akan kembali maju sebagai petahana dalam Pilkada Jombang 2018, juga ditangkap oleh lembaga antirasuah. Namun, Ketua KPU Arief Budiman menyatakan, kepesertaan Nyono Suharli Wihandoko dalam Pilkada 2018 tetap berlanjut. Status sebagai peserta pilkada tetap melekat kendati Nyono ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi suap perizinan pengurusan jabatan di Pemkab Jombang, Jawa Timur. 

Ketentuan ini menurut Arif diatur dalam Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubenur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Pasal 4 Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017. Namun Febri belum menjelaskan temuan uang dalam OTT tersebut, termasuk apakah terkait dengan pilkada 2018.

Marianus pernah ditetapkan tersangka dalam kasus penutupan Bandara Turelelo, Soa, Kabupaten Ngada, NTT pada 21 Desember 2013. Penetapan status tersangka itu dilakukan oleh Polda NTT dan Bareskrim Mabes Polri.

Ia saat itu diduga memerintahkan petugas Satpol PP Ngada untuk memblokade Bandara Turelelo Soa karena Marianus tidak mendapat tiket pesawat Merpati Nusantara Airlines rute Kupang-Bajawa.  Dari penelusuran di situs acch.kpk.go.id, Marianus diketahui melaporkan harta kekayaannya pada 10 Juli 2015, saat ia ingin maju menjadi Bupati Ngada.

Total harta yang dimilikinya adalah Rp3.776. 400.000. Jumlah tersebut merupakan rincian dari harta bergerak, harta tidak bergerak, surat berharga serta giro dan setara kas lainnya. Dalam situs itu disebutkan bahwa harta bergerak yang dimiliki Marianus adalah lima kendaraan roda empat dan empat kendaraan roda dua dengan jumlah Rp935.700.000.

Marianus juga punya peternakan sapi, peternakan kuda, perkebunan jagung dan memiliki lahan hutan jati dan lahan hutan mahoni yang bila dirupiahkan menjadi Rp15.670.000.000. Sementara untuk harta tidak bergerak, Marianus memiliki tanah dan bangunan di Badung  serta 4 lahan tanah di Manggarai Barat, NTT senilai Rp5.350.000.000.

Dia juga memiliki harta berupa surat berharga senilai Rp 10.500.000.000 dan giro serta setara kas lainnya senilai Rp60.700.000. Kader PKB tersebut juga memiliki piutang dalam bentuk pinjaman barang senilai Rp1.260.000.000. (G/ANT/CNNI/RMOL)

Beri Komentar Anda

Wajib isi yang bertanda asterik (*). Kode HTML tidak diperbolehkan.

24°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 100%

Wind: 6.44 km/h

  • 22 Feb 2018 28°C 23°C
  • 23 Feb 2018 30°C 22°C

Banner 468 x 60 px