Log in

Bawaslu Sumut Temukan 92 Pelanggaran Pemilu


Medan-andalas Hingga sebelum memasuki minggu tenang, Badan Pengawas Pemilihan Umum  (Bawaslu) Sumatera Utara menemukan sebanyak 92 pelanggaran Pemilu di berbagai kabupaten/kota, dan tingkat provinsi. "Jumlah tersebut merupakan dari temuan dan laporan," ujar Ketua Bawaslu Sumut Syafrida R Rasahan kepada wartawan, Senin (15/4) di Kantor Bawaslu Sumut, Jalan Adam Malik, Medan.

Dia menyebutkan dari 92 pelanggaran tersebut, 14 kasus diantaranya merupakan pelanggaran administrasi, 2 pelanggaraan pidana, 8 pelanggaran kode etik, 13   pelanggaran hukum lainnya, 5 pelanggaran masih dalam proses, dan 50 bukan pelanggaran.

Daerah tertinggi kasus pelanggaran Pemilu 2019 berdasarkan temuan yakni Kota Pematang Siantar 7 temuan, Kota Medan 6 temuan, Nias Utara 5 temuan, dan Sumatera Utara 3 temuan. Sedangkan berdasar berdasarkan laporan, daerah tertinggi pelanggaran Pemilu adalah Nias Selatan 7 laporan, Sumatera Utara 5 laporan, Deli Serdang 4 laporan, Gunung Sitoli 3 laporan, Tapanuli Selatan 3 laporan dan Padang Lawas Utara 3 laporan.

Berdasarkan temuan dan laporan hasil pengawasan alat peraga kampanye (APK), tercatat ada 11 laporan pelanggaran yang diregistrasi, 13.719 APK yang ditertibkan, 12. 976 APK di tempat yang dilarang, 264 APK di kendaraan umum ditertibkan, 11 APK mengandung materi yang dilarang, dan 534 APK pelanggaran lainnya.

Jenis pelanggaran menurut Syafrida, 1 kasus netralitas kepala daerah, 11 kasus kampanye di luar jadwal, 9 kasus pelanggaran larangan kampanye yang dilakukan pelaksana, peserta dan tim kampanye, alat peraga kampanye 14 kasus, netralitas ASN 14 kasus, netralitas pejabat/BMUN 3 kasus, politik uang 6 kasus, netralitas perangkat desa 6 kasus, kode etik penyelenggata 14 kasus, 2 kasus pemalsuan dokumen, 19 kasus berkas syarat pencalonan dan 1 kasus prosedur penanganan pelanggaran. (AFS)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px