Log in

Bawaslu Merasa Janggal, Surat Suara Tercoblos Terkumpul Dalam Satu Gudang


Jakarta-andalas Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Afifudin meyakini surat suara yang sudah tercoblos di Malaysia menggunakan metode pos. Metode pos adalah surat suara dikirim ke alamat setiap pemilih. Bawaslu juga merasa janggal kenapa surat suara itu terkumpul dalam satu gudang.

Nantinya, pemilih akan mencoblos surat suara tersebut dan dikirim kembali ke PO Box pos yang telah bekerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kendati meyakini surat suara tersebut menggunakan metode pos, Afif mengatakan pihaknya masih menunggu hasil investigasi tim yang meninjau langsung ke lokasi. Termasuk mendengar informasi detail perihal kejadian tersebut dari pihak KPU sebagai penanggung jawab penyelenggaraan pemilu.

"Secara organisasi, ini meyakinkan kami bahwa itu surat suara yang pos, tapi investigasi yang kami lakukan untuk memastikan semuanya termasuk mendengarkan dari teman-teman KPU sebagai penanggungjawab utama dan distribusi logistik yang dimaksud," ujar Afif, Jumat (12/4).

Keyakinan Afif akan metode itu lantaran dua metode lainnya yakni TPS dan kotak suara keliling (KSK) dilaksanakan antara rentang waktu 8 hingga 14 April. Sedangkan pemilihan umum untuk WNI di Malaysia baru dilaksanakan Minggu 14 April.

Namun Afif mengamini masih ada kejanggalan atas peristiwa itu dikarenakan surat suara pos terkumpul dalam satu gudang.

"Ini yang sedang didalami. Situasi yang seperti kemarin itu memang tak lazim jika itu lewat pos. Itu masing-masing alamat sesuai PO Box sesuai yang ada dalam alamat," tukasnya.

Dalam hal pengamanan, Afif mengatakan pihaknya juga terlibat mengusulkan area penyimpanan surat suara sampai waktu penghitungan.

"Kesepakatan dari kami dicarikan ruangan di area yang punya negara Indonesia, biasanya adalah KBRI, ada CCTV, dicarikan atau disepakati agar baik PPLN maupun panwas luar negeri sama-sama memegang kunci, dan dalam proses pembukaan ruangan penyimpanan dimaksud harus atas sepengetahuan kedua belah pihak, ini bagian dari antisipasi," tukasnya.

Sementara itu,  Capres petahana meminta Bawaslu dan pihak ke polisian mengusut tuntas temuan surat suara tercoblos di Malaysia. Jokowi tak ingin kasus tersebut meresahkan masyarakat serta merusak pesta demokrasi.

"Ya seperti yang saya sampaikan ya itu dicek saja dilakukan investigasi, baik oleh Bawaslu, baik oleh kepolisian. Kalau ada yang dilanggar, Bawaslu bisa menindak atau kalau ada pidananya ya Polri harus tegas polisi harus tegas melakukan tindakan hukum," kata Jokowi di Sentul Kabupaten Bogor Jawa Barat, Jumat (12/4).

Jokowi mengaku timnya tidak melakukan penyelidikan internal terkait temuan tersebut. Menurut dia, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menyerahkan kasus ini kepada Bawaslu dan Polri.

"Kita serahkan ke Bawaslu lah mekanisme di pemilu kan Bawaslu. Kalau mekanisme pidananya di polisi. Itu saja sudah," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Sebelumnya, beredar luas video berdurasi singkat yang menampilkan masyarakat setempat menggerebek sebuah ruko kosong yang disebutkan berada di kawasan Bandar Baru Bangi, Selangor, Malaysia. Di dalam ruko itu ditemukan sejumlah kantong berisi surat suara yang diduga sudah dicoblos untuk pemilihan presiden pasangan tertentu.

Tidak hanya itu ditemukan juga surat suara yang tercoblos untuk beberapa nama calon anggota legislatif dari partai politik tertentu. (MC)

22°C

Medan, Sumatera Utara

Cloudy

Humidity: 95%

Wind: 11.27 km/h

  • 04 Jan 2019 29°C 21°C
  • 05 Jan 2019 31°C 21°C

Banner 468 x 60 px